Author Topic: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan  (Read 7186 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Faried

  • Mith'quessir
  • *****
  • Posts: 1173
    • View Profile
Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« on: November 20, 2008, 01:35:29 AM »
Salam,

Petunjuk Alquran dalam pembagian warisan dijelaskan dalam ayat berikut.

Quote
[4:11] Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Quote
[4:12] Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan orang-tua dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar utangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

Quote
[4:176] Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah ). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Quote
[4:8] Dan apabila kerabat-kerabat, anak-anak yatim, dan orang miskin hadir pada waktu pembagian harta warisan itu, berilah mereka sekedarnya dan katakanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

Dalam kasus seorang suami meninggal lantas meninggalkan istri, 3 anak perempuan, ibu dan bapak. Maka berdasarkan ayat di atas:

1/8 untuk istri (4.12) + 2/3 untuk anak perempuan (4.11) + 1/6 untuk ibu (4.11) + 1/6 untuk bapak (4.11) = 1 + 1/8

Atau seorang istri meninggal lantas meninggalkan suami, 3 anak perempuan, ibu dan bapak. Maka berdasarkan ayat di atas:

1/4 untuk suami (4.12) + 2/3 untuk anak perempuan (4.11) + 1/6 untuk ibu (4.11) + 1/6 untuk bapak (4.11) = 1 + 1/4


Dalam kasus suami yang meninggal terjadi kelebihan hitung 1/8, dan kesalahan menjadi lebih besar yaitu 1/4, jika yang meninggal adalah istri.

Mohon pendapatnya bagaimana menyelesaikan permasalahan di atas.



« Last Edit: November 25, 2008, 11:14:23 PM by Faried »

Offline arista

  • Nogoth
  • **
  • Posts: 142
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #1 on: November 24, 2008, 09:50:45 PM »
Salam,

Sedikit summary dari isa diambil di http://myquran.org/forum/index.php/topic,28713.msg749109.html#msg749109

Porsi-porsi tetap dalam WASIAT ALLAH tentang harta si mati:

1.   Allah berwasiat kepada kamu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu:
a.   bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan (Note: Allah tidak menyebutkan nilai angka pecahan yang digunakan sebagai pengali terhadap harta warisan); dan
b.   jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka 2/3 (dua pertiga) dari harta yang ditinggalkan; (Note: ini adalah porsi tetap ke-1 dan Allah membatasi hak anak perempuan berapapun banyaknya sebesar 2/3)
c.   jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh ? (separuh) harta. (Note: ini adalah porsi tetap ke-2 dan Allah membatasi hak anak perempuan)
(Note: ini juga mempunyai implikasi bahwa jika anaknya 2 orang wanita saja maka hak mereka semestinya antara ?  [6/12] dan 2/3 [8/12], misalnya 7/12).

2.   Dan untuk dua orang ibu-bapak:
a.   bagi masing-masingnya 1/6 (seperenam) dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai SEORANG anak; (Note: ini adalah porsi tetap ke-3 dengan syarat tertentu dan hal ini berimplikasi jika anaknya lebih dari seorang maka hak ibu-bapa akan kurang dari 1/6)
b.   jika orang yang meninggal tidak mempunyai SEORANG anak dan ia diwarisi oleh ibu bapanya (saja), maka ibunya mendapat 1/3 (sepertiga) (Note: ini adalah porsi tetap ke-4 dengan syarat tertentu dan juga mempunyai implikasi bahwa bapak mempunyai hak waris yang Allah tidak menyebutkan porsinya. Oleh karena itu hak bapak maksimal sebanyak 2/3);
i.   jika yang meninggal itu (tidak mempunyai seorang anak, namun) mempunyai beberapa saudara laki-laki (ikhwatun), maka ibunya memperoleh 1/6 (seperenam). (Note: ini adalah porsi tetap ke-5 dengan syarat tertentu, yaitu ada ibu-bapa dan saudara laki-laki, jika si mati tidak mempunyai anak. Karena adanya saudara laki-laki mengurangi hak ibu, maka hal ini menunjukkan bahwa saudara laki-laki mempunyai hak waris, yaitu maksimal 1/6 dan hak bapak maksimal tetap 2/3, namun belum bisa disimpulkan bahwa saudara wanita mempunyai hak waris pada kondisi yang sama)
(Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

3.   Dan bagimu (suami-suami):
a.   ? (seperdua) dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai seorang anak. (Note: ini adalah porsi tetap ke-6 dengan syarat tertentu)
b.   Jika isteri-isterimu itu mempunyai seorang anak, maka kamu mendapat ? (seperempat) dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Note: ini adalah porsi tetap ke-7 dengan syarat tertentu dan juga mempunyai implikasi bahwa adanya seorang anak mengurangi hak suami sebesar 1/4). 

4.   Para istri :
a.   memperoleh ? (seperempat) harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai seorang anak. (Note: ini adalah porsi tetap ke-8 dengan syarat tertentu)
b.   Jika kamu mempunyai seorang anak, maka para istri memperoleh 1/8 (seperdelapan) dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. (Note: ini adalah porsi tetap ke-9 dengan syarat tertentu dan juga mempunyai implikasi bahwa adanya seorang anak mengurangi hak isteri sebesar 1/8). 
(Note: Tolong diperhatikan bahwa pada kondisi yang sama persis ternyata hak suami 2x hak istri, karena ? adalah 2x ? dan ? adalah 2x 1/8)
(Note: Jika diperhatikan hak ibu bapak dibandingkan dengan hak isteri jika si mati mempunyai seorang anak adalah 1/6 dibanding 1/8 atau 4 dibanding 3)

5.   Jika seorang LELAKI mati, yang diwarisi oleh KALALAH (tidak meninggalkan ortu dan anak) atau seorang wanita (isteri?),:
a.   tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki atau seorang saudara perempuan, maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu 1/6 (seperenam) harta. (Note: ini adalah porsi tetap ke-10 dengan syarat tertentu dan juga mempunyai implikasi bahwa ada hak isteri pada sisa hartanya, berapa ?)
b.   Tetapi jika saudara-saudaranya itu lebih dari itu, maka mereka bersekutu dalam yang 1/3 (sepertiga) itu (Note: ini adalah porsi tetap ke-11 dengan syarat tertentu dan ternyata berapapun banyaknya saudara, hak mereka dibatasi hanya sebanyak 1/3 dan juga mempunyai implikasi bahwa ada hak isteri pada sisa hartanya, berapa ?), sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

6.   4:176 Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang KALALAH (yaitu):
a.   jika seorang lelaki meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai seorang anak, tetapi mempunyai seorang saudara perempuan, maka bagi dia (W) ? (seperdua) dari harta yang ditinggalkannya, (Note: ini adalah porsi tetap ke-12 dengan syarat tertentu)
b.   dan (jika seorang wanita meninggal dunia, maka) saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia (w) tidak mempunyai anak; (Note: ini adalah porsi tetap ke-13 dengan syarat tertentu)
c.   tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya 2/3 (dua pertiga) dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal (L). (Note: ini adalah porsi tetap ke-14 dengan syarat tertentu)
d.   Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara (kandung) laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. (Note: pada bagian ini tidak disebutkan porsi tetapnya, hanya perbandingannya)
Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

===================================================================

Yang tidak tepat adalah bagian bagian ibu dan bapak (lihat nomor 2) dan bagian istri/suami (lihat bagian 3 dan 4) ... Perhatikan arabnya, ada perbedaan kata antara mempunyai seorang anak, 2 orang anak dan banyak anak (>=3).....

Karena ada 3 orang anak perempuan yang sudah ditetapkan porsinya yaitu 2/3 maka tentunya ibu dan bapak akan mendapat < 1/6 dan istri/suami mendapat < 1/8 atau 1/4 ...

Begitu menurut pemahaman saya...
« Last Edit: November 24, 2008, 09:53:33 PM by arista »

Offline Faried

  • Mith'quessir
  • *****
  • Posts: 1173
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #2 on: November 25, 2008, 05:41:42 AM »
Quote
2.   Dan untuk dua orang ibu-bapak:
a.   bagi masing-masingnya 1/6 (seperenam) dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai SEORANG anak; (Note: ini adalah porsi tetap ke-3 dengan syarat tertentu dan hal ini berimplikasi jika anaknya lebih dari seorang maka hak ibu-bapa akan kurang dari 1/6)

Yang tidak tepat adalah bagian bagian ibu dan bapak (lihat nomor 2) dan bagian istri/suami (lihat bagian 3 dan 4) ... Perhatikan arabnya, ada perbedaan kata antara mempunyai seorang anak, 2 orang anak dan banyak anak (>=3).....

Lantas bagaimana tepatnya?


Quote
Karena ada 3 orang anak perempuan yang sudah ditetapkan porsinya yaitu 2/3 maka tentunya ibu dan bapak akan mendapat < 1/6 dan istri/suami mendapat < 1/8 atau 1/4 ...

Begitu menurut pemahaman saya...

3 orang anak perempuan = 2/3
suami                            = 1/4
ibu                               = <1/6
bapak                           = <1/6

3 orang anak perempuan = 2/3
istri                               = 1/8
ibu                               = <1/6
bapak                           = <1/6

Pertanyaannya, mengapa porsi ibu dan bapak yang dikurangi?

Mencermati ayat 4.13 dan 4.14, ketetapan warisan tidak boleh dirubah.

Terima kasih atas responnya. Salam.
« Last Edit: November 25, 2008, 11:01:10 PM by Faried »

Offline arista

  • Nogoth
  • **
  • Posts: 142
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #3 on: November 25, 2008, 07:28:24 AM »
Salam,

@Faried, saya tidak melakukan perubahan pada porsi yang ada. Yang perlu anda cermati adalah penggunaan bahasa Arab...

Porsi 1/6 itu hanya untuk masing2x ibu dan bapak jika hanya meninggalkan SEORANG anak, cermati : SEORANG ANAK, BUKAN 2 anak BUKAN 3 anak BUKAN banyak anak.. Tidak ada ketetapan porsi jika yang ditinggalkan lebih dari 1 anak (> 1 atau >=2)...

Begitu juga porsi suami/istri...

Dengan demikian porsi suami/istri, ibu dan bapak dapat ditetapkan sesuai perbandingan 1/8 atau 1/4, 1/6 dan 1/6  dari sisa 2/3 yang sudah menjadi hak anak yang 3 orang...

3 orang anak perempuan = 2/3
suami                            = <1/4
ibu                               = <1/6
bapak                           = <1/6

3 orang anak perempuan = 2/3
istri                               = <1/8
ibu                               = <1/6
bapak                           = <1/6


Mohon cermati penggunaan bahasa Arabnya...

Offline Faried

  • Mith'quessir
  • *****
  • Posts: 1173
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #4 on: November 25, 2008, 09:49:39 PM »

Yang perlu anda cermati adalah penggunaan bahasa Arab...

Porsi 1/6 itu hanya untuk masing2x ibu dan bapak jika hanya meninggalkan SEORANG anak, cermati : SEORANG ANAK, BUKAN 2 anak BUKAN 3 anak BUKAN banyak anak.. Tidak ada ketetapan porsi jika yang ditinggalkan lebih dari 1 anak (> 1 atau >=2)...


Kata seorang anak, juga saya baca dalam Yassarnal Qur'an.

Meskipun demikian, tetap saja berlebih jika yang meninggal adalah istri.

1 orang anak perempuan = 1/2 = 6/12
suami                            = 1/4 = 3/12
ibu                               = 1/6 = 2/12
bapak                           = 1/6 = 2/12
                                            ------------
                                               13/12


Quote

Begitu juga porsi suami/istri...

Dengan demikian porsi suami/istri, ibu dan bapak dapat ditetapkan sesuai perbandingan 1/8 atau 1/4, 1/6 dan 1/6  dari sisa 2/3 yang sudah menjadi hak anak yang 3 orang...

3 orang anak perempuan = 2/3
suami                            = <1/4
ibu                               = <1/6
bapak                           = <1/6

3 orang anak perempuan = 2/3
istri                               = <1/8
ibu                               = <1/6
bapak                           = <1/6

@Faried, saya tidak melakukan perubahan pada porsi yang ada.


Yang saya maksud perubahan porsi adalah simbol lebih kecil (<).

Offline arista

  • Nogoth
  • **
  • Posts: 142
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #5 on: November 26, 2008, 09:57:49 AM »
Salam,

Terus terang, saya pun masih belum tau 100% jawabannya, mungkin masih ada yang kurang saya pahami saat saya membacanya.. tapi dalam perjalanan saya punya sedikit pemikiran...

1 orang anak perempuan = 1/2 = 6/12
suami                            = 1/4 = 3/12
ibu                               = 1/6 = 2/12
bapak                           = 1/6 = 2/12
                                            ------------
                                               13/12

Asumsi bahwa jumlah tunai yang diwariskan adalah Rp. 240.000.000, tentunya jika disepakai bahwa nilai warisan yang akan dibagi adalah 240 juta ini , maka akan ada kekurangan 20 juta...

Pemikiran yang muncul, bagaimana seandainya bagian masing2x yang didapat dikurangi sama persis...

Prosentase asli dar 240.000.000
1 orang anak perempuan = 1/2 = 6/12 = 120 juta
suami                            = 1/4 = 3/12 = 60 juta
ibu                               = 1/6 = 2/12 = 40 juta
bapak                           = 1/6 = 2/12 = 40 juta
dan total uang yang dibagi adalah 260 juta berarti kekurangan 20 juta


Bagaimana seandainya yang disepakati untuk dibagi berbasis 210.000.000? maka dengan perbandingan yang ada
1 orang anak perempuan = 1/2 = 6/12 = 105 juta = dikurangi 12.5% dari asli
suami                            = 1/4 = 3/12 = 52.5 juta = dikurangi 12.5% dari asli
ibu                               = 1/6 = 2/12 = 35 juta = dikurangi 12.5% dari asli
bapak                           = 1/6 = 2/12 = 35 juta = dikurangi 12.5% dari asli
total yang dibagi = 227.5 juta dan tidak perlu ada kekurangan apapun dari harta warisan, yang selanjutnya sisa 12.5 juta dapat dibagi kepada yang hadir 4:8

atau kalau mau pas, berarti yang dibagi adalah 221.538.461.5385
1 orang anak perempuan = 1/2 = 6/12 = 110,769,230.7693 = dikurangi 7.69xx% dari asli
suami                            = 1/4 = 3/12 = 55,384,615.3846 = dikurangi 7.69xx% dari asli
ibu                               = 1/6 = 2/12 = 36,923,076.9231 = dikurangi 7.69xx% dari asli
bapak                           = 1/6 = 2/12 = 36,923,076.9231 = dikurangi 7.69xx% dari asli
total uang yang dibagikan adalah 240.000.000.. tidak kurang tidak lebih...

Yah hanya sekedar pemikiran yang muncul
« Last Edit: November 26, 2008, 10:07:23 AM by arista »

Offline Faried

  • Mith'quessir
  • *****
  • Posts: 1173
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #6 on: November 26, 2008, 12:34:41 PM »
Salam,

Penjelasan pembagian harta warisan dalam Surah An Nisaa banyak menimbulkan kesalah pahaman. Tadi saya baca bahwa masalah pembagian harta warisan yang saya ajukan telah dikemukakan sebelumnya dalam board Penikahan dan Keluarga dengan topik Warisan Harta Peninggalan. Dalam topik tersebut diungkapkan beberapa kasus salah hitung harta warisan, sampai disebutkan God does not know mathematics.


Permasalahan pembagian harta warisan yang saya ajukan sebenarnya bermula dari membaca hal tersebut di suatu situs dari yang menyebut dirinya sebagai orang-orang murtad. Karena pembagian warisan yang perhitungannya banyak melebihi 1, yaitu melebihi harta warisan yang ditinggalkan,  sehingga tidak masuk akal, maka banyak ejekan, hinaan dan hujatan yang dilontarkan terhadap aturan tersebut, termasuk Alquran, Nabi Muhammad dan Tuhan. Masalah pembagian warisan dalam situs tersebut didiskusikan dalam beberapa topik dan beberapa ribu post, tetapi belum menghasilkan jawaban yang dapat diterima. Dalam diskusi tersebut beberapa hasil kajian myquran turut dikemukakan.

Karena itu saya terdorong untuk mencari penyelesaian atas permasalahan tersebut. Saya berkeyakinan bahwa pasti tidak ada kesalahan dalam ketetapan Alquran tentang pembagian harta warisan. Mari kita dapatkan jawabannya.
« Last Edit: November 26, 2008, 08:17:07 PM by Faried »

Offline Faried

  • Mith'quessir
  • *****
  • Posts: 1173
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #7 on: November 26, 2008, 01:32:45 PM »

Terus terang, saya pun masih belum tau 100% jawabannya, mungkin masih ada yang kurang saya pahami saat saya membacanya.. tapi dalam perjalanan saya punya sedikit pemikiran...

1 orang anak perempuan = 1/2 = 6/12
suami                            = 1/4 = 3/12
ibu                               = 1/6 = 2/12
bapak                           = 1/6 = 2/12
                                            ------------
                                               13/12

Asumsi bahwa jumlah tunai yang diwariskan adalah Rp. 240.000.000, tentunya jika disepakai bahwa nilai warisan yang akan dibagi adalah 240 juta ini , maka akan ada kekurangan 20 juta...

Pemikiran yang muncul, bagaimana seandainya bagian masing2x yang didapat dikurangi sama persis...


Salam,

Angka-angka yang dikemukakan dalam pembagian harta warisan adalah angka pasti dan matematis. Apalagi ditekankan bahwa tidak boleh dirubah (4:13-14). Jika jalan keluar kompromistik yang akan ditempuh, maka masalah akan sangat mudah diselesaikan. Banyak cara yang dikemukakan, termasuk seperti yang dikemukakan oleh bro Arista, menentukan suatu konstanta, merubah/menyesuaikan penyebut dari bagian yang didapatkan yang konon berasal dari Umar, penggunaan integral dan diferensial dan banyak lagi.

Dari segi bahasa, masalah warisan ini pernah kami konsultasikan dengan orang yang bahasa aroby-nya cukup mumpuni. Komentar beliau, sulit dan cenderung tidak mungkin.

Karena marah dan emosi membaca berbagai komentar negatif atas pembagian harta warisan tersebut, maka kepikiran terus hingga terbawa  tidur.

Mencermati aturan dan angka-angka yang ada, terdapat beberapa kejanggalan atas pemahaman yang dianut :

Porsi lelaki dan perempuan sebesar 2:1 tidak diterapkan pada porsi ibu dan bapak  yang diberi 1/6:1/6 = 1:1.
Karena itu saya berpendapat bahwa ibu dan bapak yang masing-masing mendapat 1/6 bagian bukanlah ibu dan bapak dari orang yang meninggal, melainkan dari anak perempuan. Dengan demikian ibu dan bapak tidak mendapat harta warisan pada waktu bersamaan, karena anak perempuan baru mendapat warisan jika salah satu dari orang tuanya meninggal. Dan yang paling penting adalah tidak menyalahi aturan nisbah pembagian lelaki:perempuan yang telah ditetapkan sebesar 2:1.

Sejatinya, seseorang mencari harta untuk anak dan istrinya. Dalam mendapatkan dan mengelola harta, peran istri cukup besar, sehingga terasa kurang adil jika istri ditetapkan hanya mendapat 1/8, sementara ibu mendapat 1/6.

Kekeliruan lainnya adalah  ayat tentang warisan digabung, padahal sangat jelas masing-masing ayat berdiri sendiri (independent).

Jika hal tersebut diterapkan, maka tidak ada pembagian warisan yang jumlahnya lebih dari satu atau melebihi jumlah harta yang tersedia, dan berbagai masalah mengenai pembagian harta warisan akan terjawab dengan mudah dengan dasar Alquran  yang jelas.

Kritik dan komentar bro Arista, demikian pula yang lain, sangat saya hargai.

Offline Faried

  • Mith'quessir
  • *****
  • Posts: 1173
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #8 on: November 27, 2008, 09:41:03 PM »
Salam,

Aturan pembagian warisan dalam Alquran mudah dan sederhana. Aturan tersebut menjadi rumit, kompleks dan sebagian menjadi tidak masuk akal karena petunjuk Alquran yang diberikan tidak diikuti. Ada dua prinsip yang tidak diikuti sepenuhnya, yaitu bagian lelaki:perempuan =2:1, dan antar ayat sesungguhnya mengatur pembagian warisan untuk kasus tertentu yang sifatnya spesifik, dan karena itu aturan dalam satu ayat tidak boleh digabung dengan ayat lain, karena kasusnya berbeda.

Pembagian harta warisan dimulai dengan ketentuan:

Bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua anak perempuan.
Quote
[4:11] Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; ...


Kasus #1. Pewaris terdiri atas anak perempuan, ibu, dan bapak.
Quote
... dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; ...

Kasus #1a. Pewaris 2 atau lebih anak perempuan

2/3 (2 atau lebih anak perempuan).

Kasus #1b. Pewaris 1 anak perempuan

1/2 (1 anak perempuan).

Kasus #1c. Pewaris ibu dan 2 atau lebih anak perempuan

1/6 (ibu) + 2/3 (2 atau lebih anak perempuan).

Kasus #1d. Pewaris ibu dan 1 anak perempuan

1/6 (ibu) + 1/2 (1 anak perempuan).

Kasus #1e. Pewaris bapak dan 2 atau lebih anak perempuan

1/6 (bapak) + 2/3 (2 atau lebih anak perempuan).

Kasus #1f. Pewaris bapak dan 1 anak perempuan

1/6 (bapak) + 1/2 (1 anak perempuan).

Kasus #2. Ibu-bapak saja sebagai pewaris
Quote
... jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; ...

Kasus #2a. Ibu sebagai pewaris

1/3 (ibu).

Kasus #2b. Bapak sebagai pewaris

2/3 (bapak).

Kasus #2c. Ibu dan bapak sebagai pewaris

1/3 (ibu) + 2/3 (bapak).

Kasus #3. Ibu, bapak dan saudara sebagai pewaris
Quote
... jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. ...

Kasus #3a. Ibu, bapak dan saudara sebagai pewaris

1/6 (ibu) + 2/6 (bapak) + 3/6 (saudara).

Kasus #3b. Ibu dan saudara sebagai pewaris.

1/6 (ibu) + 3/6 (saudara)

Kasus #3a. Bapak dan saudara sebagai pewaris.

2/6 (bapak) + 3/6 (saudara)

Harta warisan dibagi setelah wasiat dipenuhi dan utang dibayar
Quote
... (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. ...

Orangtua dan anak sulit dibedakan mana yang lebih bermanfaat
Quote
... (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dalam Kasus #1 dimana orangtua tidak mendapatkan bagian maka dapat diberi melalui wasiat.
Quote
[2:180] Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma'ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.

Kasus #4. Suami dan anak lelaki (+ perempuan) sebagai pewaris
Quote
[4:12] Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. ...

Kasus #4a. Suami sebagai pewaris

1/2 (suami)

Kasus #4b. Suami dan anak lelaki (+ anak perempuan) sebagai pewaris

1/4 (suami) + 3/4 (anak lelaki, + anak perempuan).

Kasus #4c. Anak lelaki (+ anak perempuan) sebagai pewaris

1 (Anak lelaki, + anak perempuan).

Kasus #5. Istri dan anak lelaki (+ anak perempuan) sebagai pewaris
Quote
...Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. ...

Kasus #5a. Istri sebagai pewaris

1/4 (istri).

Kasus #5b. Istri dan anak lelaki (+ anak perempuan) sebagai pewaris

1/8 (istri) + 7/8 (anak lelaki, + anak perempuan).

Kasus #5c. Anak lelaki (+ anak perempuan) sebagai pewaris

1 (Anak lelaki, + anak perempuan).


Kasus #6. Suami, istri dan saudara sebagai pewaris
Quote
... Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan orang-tua dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar utangnya dengan tidak memberi mudarat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

Kasus #6a. Suami dan 1 saudara lelaki sebagai pewaris

1/2 (suami) + 1/6 (1 saudara lelaki).

Kasus #6b. Suami dan 1 saudara perempuan sebagai pewaris

1/2 (suami) + 1/6 (1 saudara perempuan).

Kasus #6c. Suami dan 2 atau lebih saudara sebagai pewaris

1/2 (suami) + 1/3 (2 atau lebih saudara).

Kasus #6d. Isrti dan 1 saudara lelaki sebagai pewaris

1/4 (istri) + 1/6 (1 saudara lelaki).

Kasus #6e. Istri dan 1 saudara perempuan sebagai pewaris

1/4 (istri) + 1/6 (1 saudara perempuan).

Kasus #6f. Istri dan 2 atau lebih saudara sebagai pewaris

1/4 (istri + 1/3 (2 atau lebih saudara).

Kasus #7. Saudara sebagai pewaris
Quote
[4:176] Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah ). Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Kasus #7a. 1 saudara perempuan sebagi pewaris

1/2 (1 saudara perempuan).

Kasus #7b. 1 saudara lelaki sebagi pewaris

1 (1 saudara lelaki).

Kasus #7c. 2 saudara perempuan sebagi pewaris

2/3 (2 saudara perempuan).

Kasus #7d. 2 atau lebih saudara lelaki dan perempuan sebagi pewaris

1 (2 atau lebih saudara lelaki dan perempuan, dengan nisbah lelaki:perempuan = 2:1).

Harta warisan yang berlebih dapat diberikan kepada kerabat, anak-anak yatim, dan orang miskin
Quote
[4:8] Dan apabila kerabat-kerabat, anak-anak yatim, dan orang miskin hadir pada waktu pembagian harta warisan itu, berilah mereka sekedarnya dan katakanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

Demikian pembagian harta warisan yang saya pahami.
« Last Edit: November 30, 2008, 03:55:46 AM by Faried »

Offline kenny

  • Peredhil
  • ***
  • Posts: 353
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #9 on: November 28, 2008, 04:07:37 AM »
pbbu,
tidak ada cerita tentang yang mempunyai
dari dua atau lebih isteri



Offline Faried

  • Mith'quessir
  • *****
  • Posts: 1173
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #10 on: November 28, 2008, 07:50:42 PM »

tidak ada cerita tentang yang mempunyai
dari dua atau lebih isteri


Salam,

Saya pikir, hal tersebut menunjukkan bahwa polygami dalam Alquran tidak dibenarkan.

Offline arista

  • Nogoth
  • **
  • Posts: 142
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #11 on: November 29, 2008, 12:33:29 AM »
Salam,

@Faried, terima kasih atas ilmunya.... saya pelajari lagi lebih dalam...

Offline kenny

  • Peredhil
  • ***
  • Posts: 353
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #12 on: November 29, 2008, 10:25:26 AM »

tidak ada cerita tentang yang mempunyai
dari dua atau lebih isteri


Salam,

Saya pikir, hal tersebut menunjukkan bahwa polygami dalam Alquran tidak dibenarkan.
bukan kah ayat menyatakan ada poligami?

66:3. Dan apabila Nabi memberitahu secara rahsia kepada seorang daripada isteri-isterinya mengenai sesuatu hadis; dan kemudian, apabila dia (isteri) memberitahukannya, dan Allah memberitahunya kepada dia (Nabi), dia (Nabi) memberitahu sebahagian daripadanya, dan memalingkan sebahagian daripadanya; kemudian, apabila dia memberitahunya (isteri) daripadanya, dia (isteri) berkata, ?Siapakah yang memberitahu ini kepada kamu?? Dia berkata, ?Aku diberitahu oleh Yang Mengetahui, Yang Menyedari.?

66:4. Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, hati kamu pasti condong, tetapi jika kamu bantu membantu terhadap dia, maka Allah, Dia Pelindungnya, dan Jibril, dan yang salih di kalangan orang-orang mukmin; dan sesudah itu, malaikat-malaikat adalah penyokong-penyokongnya.

Offline Faried

  • Mith'quessir
  • *****
  • Posts: 1173
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #13 on: November 30, 2008, 04:08:23 AM »
Salam,

Memang benar ayat yang bro Kenny sebutkan dapat dijadikan dasar sebagai pembenaran atas polygami. Selain dua ayat yang menyangkut nabi, ada ayat yang melarang polygami dua perempuan yang bersaudara, yang menyiratkan bahwa jika tidak bersaudara, maka boleh dipolygami.

Di sisi lain, kita diperintahkan mengawinkan orang yang masih sendiri, dan ayat lainnya menyatakan jika kamu ingin mengganti istrimu.

Secara naluri, perempuan tidak mau dimadu, yang saya pikir hal tersebut merupakan sunnatullah.

Jadi dalam hal ini ada pertentangan. Pilihan kembali kepada individu masing-masing.

Offline kenny

  • Peredhil
  • ***
  • Posts: 353
    • View Profile
Re: Masalah Perhitungan dalam Pembagian Warisan
« Reply #14 on: December 02, 2008, 07:27:20 PM »
Salam,

Memang benar ayat yang bro Kenny sebutkan dapat dijadikan dasar sebagai pembenaran atas polygami. Selain dua ayat yang menyangkut nabi, ada ayat yang melarang polygami dua perempuan yang bersaudara, yang menyiratkan bahwa jika tidak bersaudara, maka boleh dipolygami.

Di sisi lain, kita diperintahkan mengawinkan orang yang masih sendiri, dan ayat lainnya menyatakan jika kamu ingin mengganti istrimu.

Secara naluri, perempuan tidak mau dimadu, yang saya pikir hal tersebut merupakan sunnuatullah.

Jadi dalam hal ini ada pertentangan. Pilihan kembali kepada individu masing-masing.
bukankah jika ia ada percanggahan ia bukun daei Tuhan?
4:82. Apa, tidakkah mereka merenungkan al-Qur'an? Jika ia daripada selain Allah, tentu mereka mendapati di dalamnya banyak percanggahan.(ikhtilafan)