Author Topic: MASJIDILHARAAM  (Read 10738 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline The Watcher

  • Administrator
  • Mith'quessir
  • *********
  • Posts: 1228
  • Tidak ada kata ada kalau tidak ada kata tidak ada
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #60 on: February 22, 2012, 04:08:10 PM »
Quote from: Rero
Buyut  bisa menjadi kiblat, kenapa hanya masjidil haram satu-satunya kiblat ?

[ 10:87 ]
وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّءَا لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُواْ بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Ya ada dua kata disitu buyut dan kiblat. Buyut untuk dijadikan kiblat. Dan kalau anda jeli memperhatikan belum ada yang bilang masjidil haram di mekkah itu menjadi kiblat, bahkan dengan ayat diatas saya menekankan bahwa tidak mungkin Musa menghadap ke MH di mekkah.

Lagipun kita belum ke 'Masjidil Haram', baru membedah kata masjid yang tersurat di AlQur'an.

Quote from: Rero
  Msjid tidak kan mungkin bermakna  fisik………
Kapan mulanya  masjid menjadi bentuk fisik ?, sedangkan masjid sudah ada sebelum quran ada

Ok silahkan kang, daripada kita berbicara yang out of context lebih baik kita langsung aja :)
Berikan apa arti atau makna masjid bagi akang, dan berikan juga ayat pendukung pemahaman masjid menurut akang.

Kalau mau melihat apa kata 'masjid' yang digunakan dalam kitab perjanjian lama maka akan repot karena sudah tidak ada lagi nash asli OT dan NT dalam bahasa ibrani. Jadi baiknya apa yang di AlQur'an dirujuk untuk mendukung kesimpulan.




Offline Rero

  • Naugrim
  • *
  • Posts: 74
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #61 on: February 22, 2012, 11:04:23 PM »
[ 10:87 ]
وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّءَا لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُواْ بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Ya ada dua kata disitu buyut dan kiblat. Buyut untuk dijadikan kiblat. Dan kalau anda jeli memperhatikan belum ada yang bilang masjidil haram di mekkah itu menjadi kiblat, bahkan dengan ayat diatas saya menekankan bahwa tidak mungkin Musa menghadap ke MH di mekkah.

Lagipun kita belum ke 'Masjidil Haram', baru membedah kata masjid yang tersurat di AlQur'an.

Ok silahkan kang, daripada kita berbicara yang out of context lebih baik kita langsung aja :)
Berikan apa arti atau makna masjid bagi akang, dan berikan juga ayat pendukung pemahaman masjid menurut akang.

Kalau mau melihat apa kata 'masjid' yang digunakan dalam kitab perjanjian lama maka akan repot karena sudah tidak ada lagi nash asli OT dan NT dalam bahasa ibrani. Jadi baiknya apa yang di AlQur'an dirujuk untuk mendukung kesimpulan.





QS 10:87 hingga kepada ------- تبوا ---
Coba kita bandingkan dengan ibrahim ketika mendirikan buyut

QS 22:26 juga pada kata بوانا ----
Ketika Allah bawakna-------------na = Allah
Ketika musa tabawak-------------ta = musa

Ini menunjukkan apa yang dibangun ibrahim, sama persis yang telah dibangun oleh musa………

Bisakah akang menunjukkan bahwa ia bermakna buyut secara fisik ?. Tidak ada dalam sejarah maupun peninggalan kuno yang mengatakan atau menemukan arkeologi bahwa ibrahim maupun musa telah mendirikan sebuah rumah. Meskipun kedua agama yahudi maupun islam telah mendirikan bait yang diakui adalah buah karya kedua manusia tsb, sekinah (bait suci) maupun kabbah adalah kesalahan interpretasi dari makna buyut.

Yang kedua, apa esssensinya dari sebuah berhala (rumah) dalam menjalani ketaatan kepada Allah, apakah sebagai tempat penyembahan ?, titik arahan dalam menyembah Allah ?, bagaimana akang menyembah Allah ?, BISAKAH ALLAH DISEMBAH ?.

Yang ketiga, buyut menjadi kiblat, apa yang dimaksud dengan kiblat ?, kemudian rumah/bangunan menjadi kiblat, bagaimana essensinya sebuah bangunan menjadi kiblat ?

QS 2 :144 Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit (-------تقلب—taqallab, -----قبلة--- qablata), maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan

Huruf konsonan yang sama tetapi mempunyai perletakan yang berbeda mempunyai makna yang tidak jauh berbeda, ini sering terjadi didalam tulisan aramic dan derevatifnya. Ayat diatas bermaksud muhammad sedang mencari kiblat, kemudian kiblat itu ditunjukkan oleh Allah yang bernama masjidil haram. Dan saya pastikan masjidil haram bukanlah sesuatu yang ada dibumi, tetapi ia juga berada dilangit.

Apa yang dimaksud dengan langit ?
-Demi langit yang mempunyai jalan-jalan, (Adh-Dhaariyat: 7)
-dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, (An-Naba: 19)
- dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, (An-Naba: 12)
-Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami). (Al-Muminoon: 17)

Apa yang dicari muhammad dilangit ?, kemudian menemukan masjidil haram ?
Yaitu tujuh jalan yang terdapat pada masjidil haram, tujuh pintu untuk memasuki buyut, tujuh langit bertingkat-tingkat. Apakah dan dimanakan tujuh jalan itu ?

Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung. (Al-Hijr: 87)

Maka palingkanglah wajahmu kepada tujuh ayat tersebut dimana,kapan saja, darimana saja kamu sedang berada. Sesungguhnya jalan itu benar dari Allah, dan ahli kitab sangat mengenalnya sebagaimana mereka mengenali anak mereka sendiri. Seluruh al-quran mengupas jalan ini dalam bentuk berbeda-beda, baik berupa cerita, perumpamaan, larangan maupun perintah. Dan sangat berkaitan dengan perbuatan atau ahlak, ahlak merupakan bentuk present tense dari penciptaan---khalaq. Allah-lah yang telah menciptakan 7 langit, kemudian memerintahkan manusia untuk menciptakan langit didalm dirinya yaitu ahlak. Langit adalah level2 persepsi atau realitas. Lapisan pertama langit dihiasi bintang. Bintang adalah petunjuk untuk menemukan jalan ke dalam bayt. Level pertama langit adalah keadilan---hukum causalitas, level kedua adalah kenyakinan atas perbuatan, atau mereka yang telah memahami dan bebrbuat keadilan didalam dirinya, maka ia akan melihat bentuk hukum Allah didalm dirinya, dengan pemaham itu ia melangkah ke level berikutnya yaitu tidak ada keraguan maupun kesedihan pada diri wali Allah, kita akan meraih keadaan ini jika mengetahui hukum semesta yang berlandaskan keadilan (causalitas), maka arahkanlah wajah-mu kepada setiap masjid dan tegakkanlah keadailan

Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu di setiap masjid dan mengabdilah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)". (QS 7:29)

Masjid adalah list yang harus diperhatikan dalam setiap perbuatan.......itulah makna masjid, bukan sebuah bangunan fisik


Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Al-Baqara: 149)

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Al-Faatiha: 7)

Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. (Al-An'aam: 126)

Dan Ibrahim berkata: "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. (As-Saaffaat: 99)

Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat(menunjukkan tempat) kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud.(Al-Hajj :26)

Amsal 9:1 Kebijaksanaan telah membangun istana (bayt) yang ditopang oleh tujuh tiang

Ada waktu saya kembali nimbrung.............. saya agak kesulitan membagi waktu, trims

Offline The Watcher

  • Administrator
  • Mith'quessir
  • *********
  • Posts: 1228
  • Tidak ada kata ada kalau tidak ada kata tidak ada
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #62 on: February 23, 2012, 10:28:04 AM »
Terimakasih atas pandangannya

Quote from: Rero
Masjid adalah list yang harus diperhatikan dalam setiap perbuatan.......itulah makna masjid, bukan sebuah bangunan fisik


Saya melihat hanya dari 2:144 bung rero mencoba menyimpulkan bahwa masjid tidak mungkin sebuah tempat fisik? coba silahkan masukan makna masjid ke stiap penyebutan kata masjid yang saya sudah berikan sebelumnya.


  • [2:114]
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللّهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُوْلَـئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَا إِلاَّ خَآئِفِينَ لهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Agar kemudian saya tidak memasukan sendiri, silahkan bung rero masukan 'makna' masjidnya dalam ayat tersebut.  Jelaskan bagiamana mungkin ada orang yang bisa melarang 'list yang harus diperhatikan dalam setiap perbuatan'.

Tolong diperhatikan ada juga kata
... فِيهَا...
...مَسَاجِدَ...

Saya mau melihat bagaimana mengkorelasikan makna masjid bung rero terhadap seluruh ayat yang didalamnya tersurat kata masjid.
harqap dicatat diawal saya tidak menyalahkan apapun pemahaman bung rero disini kita hanya menguji, dan saya tidak memaksakan kebenaran, ini penting saya kemukakakn agar tidak ada salah paham kemudian.

Untuk selengkapnya penyebutan kata masjid di dalam Qur'an bisa ditemui di;
  • 2:114, 2:144, 2:149, 2:150, 2:187, 2:191, 2:196, 2:217, 5:2, 7:29, 7:31, 8:34, 9:7, 9:17, 9:18, 9:19, 9:28, 9:107, 9:108, 17:1, 17:7, 18:21, 22:25, 22:40, 48:25, 48:27, 72:18

Quote from: Rero
Bisakah akang menunjukkan bahwa ia bermakna buyut secara fisik ?. Tidak ada dalam sejarah maupun peninggalan kuno yang mengatakan atau menemukan arkeologi bahwa ibrahim maupun musa telah mendirikan sebuah rumah. Meskipun kedua agama yahudi maupun islam telah mendirikan bait yang diakui adalah buah karya kedua manusia tsb, sekinah (bait suci) maupun kabbah adalah kesalahan interpretasi dari makna buyut.


Saya sudah bilang sebelumnya bahwa jika untuk membaca Qur'an dibutuhkan bukti fisik maka akan repot. Hanya karena belum ditemukan atau susah ditemukan yang mana 'bait' yang dibangun ibrahim di baka atau 'buyutan' yang diperintahkan Allah untuk dijadikan Musa sebagai tempat shalat di misra, saya tidak bisa tidak menafikan setiap penyebutan kata masjid di dalam Qur'an. Begitupun dengan kata 'bait' yang disuratkan di dalam Qur'an, apakah bung rero sudah menganalisa seluruh kata bait di dalam Qur'an? apa diperlukan seluruh bukti fisik setiap bait yang ada di dalam Qur'an? atau bagaimana dengan perahu Nuh dst? Apakah karena belum atau tidak ditemukannya lalu kita bisa seenaknya mengartikan Qur'an dan menfasirkan Qur'an hanya dari beberapa ayat?

Sementara saya sudah memberikan analisa sebelumnya bahwa masjid bisa saja merupakan tempat fisik [berdasarkan penyuratan kata masjid didalam Quran], silahkan dibaca lagi.


Mengenai bayt,kiblat..dst

Sebenrnya akan bercampur baur, ketika mencoba mengkondisikan arti dan makna masjid dari hanya beberapa ayat dan mengaitkan dengan ayat  yang sama sekali tidak tersurat kata masjid. Namun kita bahas sedikit

Mungkin bung rero tersilap tapi kata yang ada di 10:87 : 'buyutan' dan 'buyutakum' (plural) dan ada kata [bi] 'misra', yang menunjukan lokasi buyutakum (rumah rumah) itu ada di misra.

Sementara kata yang ada di [22:24] 'bayti' dan 'baytita'.

Sebelum lebih jauh saya butuh konfirmasi apakah menurut bung rero bait = kiblat?

Quote
Yang kedua, apa esssensinya dari sebuah berhala (rumah) dalam menjalani ketaatan kepada Allah, apakah sebagai tempat penyembahan ?, titik arahan dalam menyembah Allah ?, bagaimana akang menyembah Allah ?, BISAKAH ALLAH DISEMBAH ?.

Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa ,menyebut ism Allah, beritikaf di dalam masjid itu adalah sama dengan menyembah berhala, coba berikan dulu makna dan arti masjid jika dimasukan 2:114 dan setiap ayat yang ada kata masjid diatas biar jelas.

Inilah yang saya takutkan, tidak fokus. Saran saya kita tuntaskan dulu pemahaman bung rero tentang masjid dan kita masukan ke dalam setiap ayat.

Quote
Yang ketiga, buyut menjadi kiblat, apa yang dimaksud dengan kiblat ?, kemudian rumah/bangunan menjadi kiblat, bagaimana essensinya sebuah bangunan menjadi kiblat ?

Mohon maaf menurut saya ini akibatnya jika mencoba mengartikan dan menfasirkan masjid hanya dari beberapa ayat yang didalamya tersurat kata masijd dan mengaitkan dengan kata kata lain (kiblat, bait, abdi). Dan saya melihat kata kata yang dikaitkan juga belum dibahas tuntas berdasarkan penyebutannya di dalam Qur'an.

Apakah bro sudah mempelajari semua penyebutan kata 'kiblat', 'bait', 'abdi' hingga bisa menyimpulkan makna 'masjid' dari kata tersebut? [tolong jawab ini juga]

Bagaimana mungkin berbicara 'simbol' tanpa memperhatikan seluruhkata terkait  yang tersurat? Apakah simbol itu akan menjadi sesuatu yang benar tanpa bentuk yang tidak lengkap?

Tentukan fokus kita mau menuntaskan masalah yang mana dulu , masjid, bait, abdi atau apa?

Quote from: Rero
Amsal 9:1 Kebijaksanaan telah membangun istana (bayt) yang ditopang oleh tujuh tiang

Saya sebenarnya menghindari apa yang ada di OT, tapi mari lah kita berbicara ' בית' bayith

Apakah bung rero hanya mengambil bayith dari satu pasal tersebut untuk menyimpulkan bahwa bayith tidak mungkin  tempat fisik? perlu diperhatikan ada sekitar 2000 penyebutan kata bayith di old testament, dan tahukah anda bahwa itu BISA JUGA merupakan tempat fisik.

Saya fine saja kalu memang mau berbicara OT dalam masoretic text, namun saya lebih konsen sama apa yang tersurat di Qur'an. Qurannya aja belum selesai giman saya mau loncat loncat hanya mengutip bneberapa  pasal di kitab yang sudah banyak perubahan?  8)


Overall kita tuntaskan dulu 'MASJID', coba berikan kepada saya makna dan arti masjid bung rero berdasarkan setiap ayat yang ada penyebutan kata masjid disitu.. Saya sudah dapat makna masjid anda, silahkan kita mulai dari 2:114.  :)




Saya ulangi lagi
 
Untuk selengkapnya penyebutan kata masjid di dalam Qur'an bisa ditemui di;
  • 2:114, 2:144, 2:149, 2:150, 2:187, 2:191, 2:196, 2:217, 5:2, 7:29, 7:31, 8:34, 9:7, 9:17, 9:18, 9:19, 9:28, 9:107, 9:108, 17:1, 17:7, 18:21, 22:25, 22:40, 48:25, 48:27, 72:18

Kita bahas satu satu atau silahkan saja masukan arti dan makna masjid bung rero ke seluruh ayat tersebut. Untuk kata 'masjidil haram'  kata haram tidak usah diterjemahkan dulu, biar tidak ribet..


Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan, saya tunggu

Salam
« Last Edit: February 23, 2012, 10:33:37 AM by The Watcher »

Offline Rero

  • Naugrim
  • *
  • Posts: 74
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #63 on: February 23, 2012, 12:15:53 PM »
Quote from: TW
Saya melihat hanya dari 2:144 bung rero mencoba menyimpulkan bahwa masjid tidak mungkin sebuah tempat fisik? coba silahkan masukan makna masjid ke stiap penyebutan kata masjid yang saya sudah berikan sebelumnya.

•    [2:114]
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللّهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا أُوْلَـئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَا إِلاَّ خَآئِفِينَ لهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Agar kemudian saya tidak memasukan sendiri, silahkan bung rero masukan 'makna' masjidnya dalam ayat tersebut.  Jelaskan bagiamana mungkin ada orang yang bisa melarang 'list yang harus diperhatikan dalam setiap perbuatan'.

Tolong diperhatikan ada juga kata
... فِيهَا...
...مَسَاجِدَ...

Saya mau melihat bagaimana mengkorelasikan makna masjid bung rero terhadap seluruh ayat yang didalamnya tersurat kata masjid.
harqap dicatat diawal saya tidak menyalahkan apapun pemahaman bung rero disini kita hanya menguji, dan saya tidak memaksakan kebenaran, ini penting saya kemukakakn agar tidak ada salah paham kemudian.

QS 2:144-----first chapter ومن أظلم ممن منع مساجد الله
             ----next chapter أن يذكر فيها اسمه

List dari ketentuan Allah = perintah dan larangan. Ia dapat dikelompokkan kedalam 7 rumpun besar, yang jika dibagi-bagi (subdivision) akan menghasilkan perbuatan2 yang dilarang yang sangat banyak.

First Chapter---------- siapakah yang lebih dholim dari mereka yang menghalangi manusia untuk mentaati Allah. Saya menggunakan bahasa Halus dari “mentaati Allah” yaitu mencegah manusia untuk berbuat dari list2 perbuatan yang dilarang maupun yang diperintahkan, seperti berbuat adil, tidak berbohong, tidak menukar timbangan, tidak membunuh dll…..its about  ahlak……

Ahlak adalah perbuatan2 baik menurut nama2 Allah, seperti maha adil, maha benar, penyayang, maha pengasih, maha memberi dll. 7 langit adalah rumah kebijaksanaan yang turun dari Allah, didalam taurat dikenal sebagai 7 roh Allah. Ini berkaitan dengan Allah yang menghembuskan Ruh-I kepada setiap manusia. Dengan berbuat sebagaimana kehendak Allah adalah berbuat sebagaimana dia telah menghembuskan ruh-Nya kepada manusia, dan manusia kembali menyusuri jalan mendaki step by step to seven road above. Jika kamu mengasihi sesamamu, maka kamu sedang mensucikan ruh-mu dan tidak ada yang lebih kuat untuk menyatakan perbuatan ini sebagai  يذكر فيها اسمه……that’s  are the meaning of dzikir

Kemudian dengan pemahaman yang Rusak telah dimaknakan dengan mengingat nama Allah, apa manfaat dari mengingat Allah namun perbuatannya mencerminkan orang yang lupa kepada Allah ?, apakah ini sekedar mengingat…kemudian selesai ?

Mengingat Allah, mengingat nama Allah adalah perbuatan, not only mind. Manusia2 yang berlaku menurut perintah dan larangan Allah adalah mereka yang mengingat Allah………..tidak ada yang laiinnya…….that’s All.

Dan seharusnya akang dapat mengambil pengertian dari makna memasuki kepatuhan, ini tidak melulu mengenai memasuki ruang atau koordinat 3 dimensi, sebagaimana asumsi masjid adalah bangunan.

The otherside, jika kita asumsikan masjid Allah diatas merupakan bangunan fisik, apa makna filososfinya dan manfaatnya  menghalangi manusia memasuki suatu bangunan yang dianggap suci ?, apakah mengingat Allah tidak dapat dilakukan diluar masjid, sehingga dengan menghalangi manusia mamsuki masjid sekaligus menghalangi manusia untuk mengingat Allah ?......oh come on, it’s is a paradox. Untuk mengingat Allah tidak membutuhkan bangunan fisik, menghalangi maupun tidak menghalangi tidak akan ada manfaat apa2, dan sekaligus pendangkalan makna diatas menjadikan ayat itu mubazier.


Quote
Untuk selengkapnya penyebutan kata masjid di dalam Qur'an bisa ditemui di;
•    2:114, 2:144, 2:149, 2:150, 2:187, 2:191, 2:196, 2:217, 5:2, 7:29, 7:31, 8:34, 9:7, 9:17, 9:18, 9:19, 9:28, 9:107, 9:108, 17:1, 17:7, 18:21, 22:25, 22:40, 48:25, 48:27, 72:18

Ya, betul sekali
 
Quote
Saya sudah bilang sebelumnya bahwa jika untuk membaca Qur'an dibutuhkan bukti fisik maka akan repot. Hanya karena belum ditemukan atau susah ditemukan yang mana 'bait' yang dibangun ibrahim di baka atau 'buyutan' yang diperintahkan Allah untuk dijadikan Musa sebagai tempat shalat di misra, saya tidak bisa tidak menafikan setiap penyebutan kata masjid di dalam Qur'an. Begitupun dengan kata 'bait' yang disuratkan di dalam Qur'an, apakah bung rero sudah menganalisa seluruh kata bait di dalam Qur'an? apa diperlukan seluruh bukti fisik setiap bait yang ada di dalam Qur'an? atau bagaimana dengan perahu Nuh dst? Apakah karena belum atau tidak ditemukannya lalu kita bisa seenaknya mengartikan Qur'an dan menfasirkan Qur'an hanya dari beberapa ayat?

Dikarenakan ia bermakna fisik, maka cara mudah untuk menelusurinya, atau setidaknya catatan mengenainya.Bukti fisiknya toh ada, yaitu kabbah. Apkah ini bukan bukti fisik yang sengaja dimasukkan demi kebohongan ? dan musa, saya tidak meminta dalam makna fisik, tetapi laporan peristiwa maupun sejarah pasti pernah dituliskan karena ini bukan hal remeh dibanding dengan kisah kabbah yang penuh bullshit, walaupun ia bisa hoax, setidaknya ia pernah tertuliskan. Bukan hanya tertulis di al-quran kemudian selesai, lalu pelajaran apa yang mau diambil ?

Yang kedua, adalah hal yang salah apabila didalam sebuah buku atau novel, setiap kata rumah pasti merupakan makna fisik (bangunan) atau sebaliknya setiap muncul kata rumah pasti itu merupakan makna tersirat. Jika hal yang demikian terjadi, maka novel itu kehilangan essensi utamanya sebagai informasi yang menyenangkan dan mengundang untuk dibaca. Dengan memberi intrik rumah sebagai makna fisik, kemudian dilain tempat menjadi makna esoterik, maka disanalah letak kekuatannya sebagai buku yang bermakna sastra tinggi. Maka pemodelan “makna pasti” disetiap kata didalam buku akan menjadikan buku itu tidak bernilai tinggi. Memahami sesuatu yang tersirat adalah keindahan tersendiri dari akal manusia, yang kemudian cara itu dipergunakan dalam menerangkan kebijaksanaan, persis seperti sifat dari hikmah itu sendiri, yaitu sesuatu yang tersembuyi

Kemudian apakah saya sudah menelaah semua kata2 dalam al-quran ?, saya tidak berharap ia dijadikan patokan apakah saya benar maupun salah,  itu diluar konteks diskusi yang baik guna menghasilkan pengertian yang baik tanpa didukung oleh informasi bahwa saya sdh ataupun belum.

Quote
Mengenai bayt,kiblat..dst

Sebenrnya akan bercampur baur, ketika mencoba mengkondisikan arti dan makna masjid dari hanya beberapa ayat dan mengaitkan dengan ayat  yang sama sekali tidak tersurat kata masjid. Namun kita bahas sedikit

Mungkin bung rero tersilap tapi kata yang ada di 10:87 : 'buyutan' dan 'buyutakum' (plural) dan ada kata [bi] 'misra', yang menunjukan lokasi buyutakum (rumah rumah) itu ada di misra.

Sementara kata yang ada di [22:24] 'bayti' dan 'baytita'.

Sebelum lebih jauh saya butuh konfirmasi apakah menurut bung rero bait = kiblat?

Wait………
Sejak kapan masjid menjadi makna tersirat atau tersurat ?
Semenjak masjid telah dipatenkan menjadi makna banguna fisik, sehingga ia menjadi makna fisik dan makna esoteris dilain pihak. Cara yang elegan dalam membuat kebohongan. Berbeda dengan bayt sebagai bangunan, maka ia tentu mempunyai makna esoteris disamping makna fisiknya. Sebab badan bangunan dapat diumpamakan dengan badan pemahaman, it’s not a paradox

Qs 10:87…………..silahkan berikan informasi perbedaan apa yang akang maksud. Dan apakah ia akan membuat pelencengan makna secara signifikan ? , kemudian Misra harus didefenisikan

Kiblat, tidak ada makna khusus dari saya. Kiblat adalah kata yang telah masuk kedalam bahasa indonesia dan dipakai secara umum dan mempunyai pengertian yang tidak ada perbedaan atau kekhususan. Bahasa indonesia juga mengenal ungkapan seperti, “ teknologi berkiblat ke amerika “.

Mengenai bayt, saya sudah terangkan secara detail, sebaiknya tidak menjadi berbelit-belit dalam urusan ini. Saya cukup sering berkutat dengan istilah ini, dan saya rasa akang memahami apa yang saya maksud, terkadang cukup membosankan.

Quote
Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa ,menyebut ism Allah, beritikaf di dalam masjid itu adalah sama dengan menyembah berhala, coba berikan dulu makna dan arti masjid jika dimasukan 2:114 dan setiap ayat yang ada kata masjid diatas biar jelas.

Inilah yang saya takutkan, tidak fokus. Saran saya kita tuntaskan dulu pemahaman bung rero tentang masjid dan kita masukan ke dalam setiap ayat.

Lihat diatas…….

Quote
Mohon maaf menurut saya ini akibatnya jika mencoba mengartikan dan menfasirkan masjid hanya dari beberapa ayat yang didalamya tersurat kata masijd dan mengaitkan dengan kata kata lain (kiblat, bait, abdi). Dan saya melihat kata kata yang dikaitkan juga belum dibahas tuntas berdasarkan penyebutannya di dalam Qur'an.

Apakah bro sudah mempelajari semua penyebutan kata 'kiblat', 'bait', 'abdi' hingga bisa menyimpulkan makna 'masjid' dari kata tersebut? [tolong jawab ini juga]

Bagaimana mungkin berbicara 'simbol' tanpa memperhatikan seluruhkata terkait  yang tersurat? Apakah simbol itu akan menjadi sesuatu yang benar tanpa bentuk yang tidak lengkap?

Tentukan fokus kita mau menuntaskan masalah yang mana dulu , masjid, bait, abdi atau apa?

Lihat diatas…….

Quote
aya sebenarnya menghindari apa yang ada di OT, tapi mari lah kita berbicara ' בית' bayith

Apakah bung rero hanya mengambil bayith dari satu pasal tersebut untuk menyimpulkan bahwa bayith tidak mungkin  tempat fisik? perlu diperhatikan ada sekitar 2000 penyebutan kata bayith di old testament, dan tahukah anda bahwa itu BISA JUGA merupakan tempat fisik.

Saya fine saja kalu memang mau berbicara OT dalam masoretic text, namun saya lebih konsen sama apa yang tersurat di Qur'an. Qurannya aja belum selesai giman saya mau loncat loncat hanya mengutip bneberapa  pasal di kitab yang sudah banyak perubahan? 

Makna tersirat dan tersurat sering kali menempati posisi secara berganti……itulah sastra, btw baca keterangan saya diatas



Ternyata telah saya quote didepan sekaligus………….monggo


Offline The Watcher

  • Administrator
  • Mith'quessir
  • *********
  • Posts: 1228
  • Tidak ada kata ada kalau tidak ada kata tidak ada
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #64 on: February 23, 2012, 03:45:08 PM »
QS 2:144-----first chapter ومن أظلم ممن منع مساجد الله
             ----next chapter أن يذكر فيها اسمه

List dari ketentuan Allah = perintah dan larangan.

Coba finalkan apa itu masjid, jangan berputar putar. Jangan loncat loncat dan berubah berubah. Allah menggunakan kata perintah dan larangan dengan kata yang berbeda dalam ayat yang berbeda.   

Quote
First Chapter---------- siapakah yang lebih dholim dari mereka yang menghalangi manusia untuk mentaati Allah. Saya menggunakan bahasa Halus dari “mentaati Allah” yaitu mencegah manusia untuk berbuat dari list2 perbuatan yang dilarang maupun yang diperintahkan, seperti berbuat adil, tidak berbohong, tidak menukar timbangan, tidak membunuh dll…..its about  ahlak……

Silahkan berikan arti per kata. Jangan sampai ada kata yang dihilangkan, kalau memang anda benar
Jangan pakai alasan menggunakan 'bhs halus' kata 'taat' banyak tersebar di dalam Qur'an apa kata ta'at bisa menjadi masjid juga? atau anda sudah menelaah semua kata taat didalam Qur'an sehingga bisa mencampur adukan?

silahkan berikan arti perkata, saya mau lihat

inilah akibat mencampur adukan. Soal taat, soal dzikir soal masjid dicampur aduk semuanya.

Quote
Ahlak adalah perbuatan2 baik menurut nama2 Allah, seperti maha adil, maha benar, penyayang, maha pengasih, maha memberi dll. 7 langit adalah rumah kebijaksanaan yang turun dari Allah, didalam taurat dikenal sebagai 7 roh Allah. Ini berkaitan dengan Allah yang menghembuskan Ruh-I kepada setiap manusia. Dengan berbuat sebagaimana kehendak Allah adalah berbuat sebagaimana dia telah menghembuskan ruh-Nya kepada manusia, dan manusia kembali menyusuri jalan mendaki step by step to seven road above. Jika kamu mengasihi sesamamu, maka kamu sedang mensucikan ruh-mu dan tidak ada yang lebih kuat untuk menyatakan perbuatan ini sebagai  يذكر فيها اسمه……that’s  are the meaning of dzikir

Soal dzikir memang luas, tidak hanya sekedar mengingat tapi mencerna dan melakukan dalam setiap waktu. Jangan loncat loncat tidak ada relevansinya. Silahkan berikan arti perkata di ayat 2:114

Quote
Kemudian dengan pemahaman yang Rusak telah dimaknakan dengan mengingat nama Allah, apa manfaat dari mengingat Allah namun perbuatannya mencerminkan orang yang lupa kepada Allah ?, apakah ini sekedar mengingat…kemudian selesai ?

Jangan generalisasi pemahaman orang lain rusak, sementara diri sendiri masih generalisasi kata di dalam Qur'an hanya dari beberapa ayat. Orang yang benar berdzikir akan tercermin dalam kelakuannya. Kalau bung rero tidak bisa menemukan manfaat hanya dari ism Allah bagaimana kemudian mengenal Allah itu sendiri lagipun ini tidak hubungannya dengan 'masjid' YANG didalamnya orang bisa 'berdzikir', bertabatall kepada ALlah tabtiylan, membaca Qur'an dengan tartil dst.

Quote
Mengingat Allah, mengingat nama Allah adalah perbuatan, not only mind. Manusia2 yang berlaku menurut perintah dan larangan Allah adalah mereka yang mengingat Allah………..tidak ada yang laiinnya…….that’s All.

Anda ini loncat loncat seakan tau apa definisi dzikir saya. Jangan loncat loncat masih banyak kata masjid didalam Qur'an yang harus anda pertanggung jawabkan pemahaman. Jangan baru satu ayat dikasih langsung berubah lagi arti dan makna masjid. Tolong tetapkan definisi  dan masukan ke setiap ayat dan artikan perkata dan secara bhs agar bisa dibaca kalau memang benar, jangan dicampur adukan denga kata lain dulu. Saya tunggu.....

Quote
Dan seharusnya akang dapat mengambil pengertian dari makna memasuki kepatuhan, ini tidak melulu mengenai memasuki ruang atau koordinat 3 dimensi, sebagaimana asumsi masjid adalah bangunan.

Nah ini lagi, siapa yang melulu? siapa yang pastikan bahwa masjid itu hanya bangunan fisik?.
Saya condong kepada keduanya, dan itu tergantung konteks kalimat yang tersurat bukan tergantung dari pemafsiran liar. Berbeda dengan yang mengklaim langsung bilang tidak mungkin tempat fisik tanpa analisa semua kata masjid?

Quote
The otherside, jika kita asumsikan masjid Allah diatas merupakan bangunan fisik, apa makna filososfinya dan manfaatnya  menghalangi manusia memasuki suatu bangunan yang dianggap suci ?, apakah mengingat Allah tidak dapat dilakukan diluar masjid, sehingga dengan menghalangi manusia mamsuki masjid sekaligus menghalangi manusia untuk mengingat Allah?

Lha soal masjid ini berhubungan erat dengan 'shalat' kok, untuk berdiri kepada shalat saja harus menbersihkan diri. Memang banyak yang mixed up. Dalam shalat (baik ritual dan non ritual) kita berdzikir, tapi bukan berarti setiap dzikir itu shalat. Tolong jangan campur adukan dzikir, shalat, masjid, perintah, larangan dst.


Quote
......oh come on, it’s is a paradox. Untuk mengingat Allah tidak membutuhkan bangunan fisik, menghalangi maupun tidak menghalangi tidak akan ada manfaat apa2, dan sekaligus pendangkalan makna diatas menjadikan ayat itu mubazier.

Ya karena anda berfikir bahwa tidak diperlukan suatu tempat untuk bertabatal kepada Allah secara tabtiylan dalam keadaaan akifun.

Inilah akibatnya mencampur adukan antara dzikir, shalat dan banyak kata lain yang dialegorikan sehingga kehilangan arti dan makna. Padahal Allah menggunakan kata yang berbeda di dalam Qur'an bukan sembarangan untuk disamakan. It's not paradox kalo segala sesuatunya diteliti, dan tidak hanya berdasarkan kesimpulan seseorang dari beberapa ayat kemudian bisa mengklaim kebenaran.

 
Quote
Dikarenakan ia bermakna fisik, maka cara mudah untuk menelusurinya, atau setidaknya catatan mengenainya.Bukti fisiknya toh ada, yaitu kabbah.

Nah ini bukti anda sudah loncat lagi.  belum ada yang berbicara mengenai kabah atau MH di mekah.

Quote
Apkah ini bukan bukti fisik yang sengaja dimasukkan demi kebohongan ? dan musa, saya tidak meminta dalam makna fisik, tetapi laporan peristiwa maupun sejarah pasti pernah dituliskan karena ini bukan hal remeh dibanding dengan kisah kabbah yang penuh bullshit, walaupun ia bisa hoax, setidaknya ia pernah tertuliskan. Bukan hanya tertulis di al-quran kemudian selesai, lalu pelajaran apa yang mau diambil ?

Pelajaran yang diambil jangan terlalu memaksakan kebenaran.  Kalau kabah dan MH di mekah ditiadakan juga tidak bisa mengubah bahwa kata masjid itu bisa merupakan tempat  fisik. Masalahnya anda sudah tidak mau melihat apa yang tersurat, itu baru satu ayat yang kemudian diputar putar ke masalah dzikir dst.

Quote
Yang kedua, adalah hal yang salah apabila didalam sebuah buku atau novel, setiap kata rumah pasti merupakan makna fisik (bangunan) atau sebaliknya setiap muncul kata rumah pasti itu merupakan makna tersirat.

Anda berbicara seakan akan tahu apa yang dipikirkan penulis ketika menulis rumah. Apa anda mau bilang anda tahu pasti bahwa Allah ketika menggunakan kata ayit pasti tidak bangunan fisik?

Quote
Jika hal yang demikian terjadi, maka novel itu kehilangan essensi utamanya sebagai informasi yang menyenangkan dan mengundang untuk dibaca. Dengan memberi intrik rumah sebagai makna fisik, kemudian dilain tempat menjadi makna esoterik, maka disanalah letak kekuatannya sebagai buku yang bermakna sastra tinggi. Maka pemodelan “makna pasti” disetiap kata didalam buku akan menjadikan buku itu tidak bernilai tinggi. Memahami sesuatu yang tersirat adalah keindahan tersendiri dari akal manusia, yang kemudian cara itu dipergunakan dalam menerangkan kebijaksanaan, persis seperti sifat dari hikmah itu sendiri, yaitu sesuatu yang tersembuyi

Ya silahkan berandai andai dengan apa yang ada di Qur'an. Qur;an bukan karya penyair.

Quote
Kemudian apakah saya sudah menelaah semua kata2 dalam al-quran ?, saya tidak berharap ia dijadikan patokan apakah saya benar maupun salah,  itu diluar konteks diskusi yang baik guna menghasilkan pengertian yang baik tanpa didukung oleh informasi bahwa saya sdh ataupun belum.

Jelas, AlQur'an itu isinya 6000 + ayat walau banyak yang sama tapi tidak bisa kemudian digeneralisasi untuk kemudian menafsirkan Qur;an hanya dari beberapa ayat.. Bagaimana menegtahui arti dan makna sebuah kata kalau tidak mempertimbangkan setiap penyebutan kata tersebut di dalam Qur'an. AlQur'an bukan novel bung.

Kalau hanya dari mengambil kata dari beberapa ayat lalu kemudian mengkorelasikan dengan beberapa kata juga dari beberapa ayat maka semua orang bisa bebas menafsirkan Qur'an tanpa pembatas yang jelas. Bahkan bisa saja kata A= B = C dan seterusnya kalau mengikuti akal tanpa rambu.

Quote
Wait………
Sejak kapan masjid menjadi makna tersirat atau tersurat ?
Semenjak masjid telah dipatenkan menjadi makna banguna fisik, sehingga ia menjadi makna fisik dan makna esoteris dilain pihak. Cara yang elegan dalam membuat kebohongan. Berbeda dengan bayt sebagai bangunan, maka ia tentu mempunyai makna esoteris disamping makna fisiknya. Sebab badan bangunan dapat diumpamakan dengan badan pemahaman, it’s not a paradox

Tersurat itu behubungan dengan arti, tersirat berhubungan dengan makna. Mangkanya baca lagi baik2, jangan juga dalam diskusi hanya mengambil  beberapa keterangan tanpa melihat seluruh penjelasan. saya tekankan masjid BISA JUGA merupakan bangunan fisik, semua tergantung konteks ayat.

Quote
Qs 10:87…………..silahkan berikan informasi perbedaan apa yang akang maksud. Dan apakah ia akan membuat pelencengan makna secara signifikan ? , kemudian Misra harus didefenisikan

ya jelas rumah berbeda dengan rumah rumah. silahkan saja sekarang berikan definisi bait. Kalau ibrahim membangun satu sistem(dengan pengertian bait = sistem) maka musa seharusnya tidak salah dikatakan membangun sistem sistem. Itulah pentingnya menelaah setiap kata di dalam Qur'an.

Quote
Mengenai bayt, saya sudah terangkan secara detail, sebaiknya tidak menjadi berbelit-belit dalam urusan ini. Saya cukup sering berkutat dengan istilah ini, dan saya rasa akang memahami apa yang saya maksud, terkadang cukup membosankan.

Ya memang terkadang cukup membosankan karena kebenaran sudah dipatok dari beberapa ayat tanpa melihat ayat lain. hal ini akan jelas ketika ayat ayat terkait kata masjid diartikan seluruhnya agar kemudian  bisa terlihat siapa diatas hujjah yang nyata.

Quote
Makna tersirat dan tersurat sering kali menempati posisi secara berganti……itulah sastra, btw baca keterangan saya diatas

Mungkin itu sastra menurut anda. Kalau dari pikiran saya tidak ada itu yang bisa disiratkan, kalau tidak ada yang disuratkan. kecuali jika ingin berjalan dengan sepotong cahaya silahkan saja.

Silahkan masih banyak kata masjid yang sudah saya berikan diatas, coba masukan saja tanpa harus berbelit belit mengkorelasikan kata lain sehingga arah pembicaraan jadi kabur..

Saya tunggu arti lengkap [2:114], jangan ngalor ngidul kemana mana dulu... [2:114] ..??



Offline nujumpabelalang

  • Naugrim
  • *
  • Posts: 52
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #65 on: February 23, 2012, 04:57:49 PM »
2/114

And who is more unjust than he who prevents (men) from the masjids(DECREES) of Allah, that His name should be remembered in them, and strives to ruin them? (As for) these, it was not proper for them that they should have entered them except in fear; they shall meet with disgrace in this world, and they shall have great chastisement in the hereafter.

2/144

Indeed We see the turning of your face to heaven, so We shall surely turn you to a qiblah which you shall like; turn then your face towards the Sacred Mosque(Consented DECREES), and wherever you are, turn your face towards it, and those who have been given the Book most surely know that it is the truth from their Lord; and Allah is not at all heedless of what they do.
« Last Edit: February 23, 2012, 05:00:25 PM by nujumpabelalang »

Offline nujumpabelalang

  • Naugrim
  • *
  • Posts: 52
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #66 on: February 23, 2012, 05:04:55 PM »
Untuk selengkapnya penyebutan kata masjid di dalam Qur'an bisa ditemui di;

    2:114, 2:144, 2:149, 2:150, 2:187, 2:191, 2:196, 2:217, 5:2, 7:29, 7:31, 8:34, 9:7, 9:17, 9:18, 9:19, 9:28, 9:107, 9:108, 17:1, 17:7, 18:21, 22:25, 22:40, 48:25, 48:27, 72:18



2/187

It is made lawful for you to go in unto your wives on the night of the fast. They are raiment for you and ye are raiment for them. Allah is Aware that ye were deceiving yourselves in this respect and He hath turned in mercy toward you and relieved you. So hold intercourse with them and seek that which Allah hath ordained for you, and eat and drink until the white thread becometh distinct to you from the black thread of the dawn. Then strictly observe the fast till nightfall and touch them not, but be at your devotions into the DECREES. These are the limits imposed by Allah, so approach them not. Thus Allah expoundeth His revelation to mankind that they may ward off (evil).

2/191

And kill them wherever you find them, and drive them out from whence they drove you out, and persecution is severer than slaughter, and do not fight with them at the CONSENTED DECREES until they fight with you in it, but if they do fight you, then slay them; such is the recompense of the unbelievers.
« Last Edit: February 23, 2012, 05:09:50 PM by nujumpabelalang »

Offline Rero

  • Naugrim
  • *
  • Posts: 74
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #67 on: February 23, 2012, 08:35:56 PM »
Quote from: TW
Coba finalkan apa itu masjid, jangan berputar putar. Jangan loncat loncat dan berubah berubah. Allah menggunakan kata perintah dan larangan dengan kata yang berbeda dalam ayat yang berbeda.   

Bawakan saja ayat2 yang menurut anda bertentangan one by one mengenai masjid, dan saya akan berikan pengertiannya yang akan tidak lari dari yang sudah saya sebutkan. Tetapi jika anda meminta satu kata pemungkas untuk “masjid” anda tidak akan mendapatkannya, karena hal yang sama juga berlaku kepada anda terhadap kata apa saja yang terdapat didalam al-quran. Sudah saya katakan dipost sebelumnya, al-quran mempunyai layer2 pengertian yang sangat komplek, tidak bisa disimpulkan dengan satu kata ajaib kemudian secara ajaib dapat dilekatkan kepada apa saja. Btw, kita bermain dimakna, bukan di satu kata yang apabila dilekatkan kepada kata lain, maka ia mempunyai arti yang berbeda, NAMUN………. ia tetap merujuk kepada makna yang sama, itulah yang saya maksud.

Pertanyaan anda apakah masjid dapat dikatakan ketaatan ?, yap bisa. Namun sekumpulan ketaatan tidak akan menjadi ketaatan tunggal, dimana makna taat dapat diartikan kepada taat kepada sesuatu yang tunggal. Kemudian ketaatan belum mencakup apa yang harus ditaati, dengan kata lain. Ketaatan merupakan kata kerja namun ia bisa taat kepada apa saja. Ini berbeda dari masjid.Jika anda tidak dapat menyimpulkan maksud dari post2 saya sebelumnya, saya akan berikan ilustrasi lagi.

Masjid berawal dari kata sujud dengan awalan “ma”. Yang menandakan tempat sujud. Jika kita perhatikan makna dari sujud didalam al-quran, maka sujud merupakan perilaku apa saja dari mahluk Allah.seperti manusia, matahri, bumi, langit dan apa saja yang anda akan sebutkan. Ini menandakan bahwa sujud adalah kegiatan apa saja, dan setiap apa saja mempunyai perilaku yang berbeda-beda dalam melakukan sujud. Jika manusia bersujud dengan cara meletakkan dahi kelantai, maka matahari sujud dengan cara memberikan sinarnya dan bergerak sesuai hukum2nya yang sudah ditetapkan oleh Allah. Bumi bersujud dengan cara mengelilingi matahri yang memberikan keadaan siang dan malam dan perilaku2 yang sebagaimana telah kita ketahui dalam ilmu astronomi.

Kemudian jika kita memberikan pengertian umum kepada sujud, pengertian apa yang dapat mewakili seluruh kegiatan sujud dari semua mahluk Allah ?. Jika kita menetapkan sujud adalah perbuatan meletatkkan dahi kelantai, bagaimana cara matahri bersujud, dimana ia tidak mempunyai dahi ?. dengan demikian makna sujud dengan meletakkan dahi kelantai bukanlah makna yang sesungguhnya dari sujud, meski meletakkan dahi kelantai adalah salah satu bentuk dari sujud. Namun ia berbeda dengan perilaku/bentuk bumi bersujud, yaitu dengan cara berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari. Bagaimana akan melihat ini semua ?..................dapatkah akang memberikan satu kata ajaib untuk mewakili makna sujud ?

Dan jika tidak akan menjadi rumit, sujud adalah kepatuhan yang sadar dari perbuatan. Kepatuhan ini ditunjukkan dalam cara yang berbeda-beda dari mahluk Allah. Jika kita mengambil makna filososfi dari sujud menempelkan dahi kelantai, maka kita akan mendapatkan makna yang sama, yaitu merendahkan ego secara sadar kepada sesuatu yang diwakilkan kepada akal yang berada di kepala, kemudian direndahkan (lebih rendah dari yang hina yaitu ekor) mengahdap sesuatu pertanda ia takluk dan siap untuk menjadi ikut atau mentaati apa yang sedang disujudki, dan sekaligus siap untuk menerima perintah. Namun sekali lagi setiap kegiatan yang menempelkan dahi secara sujud, belum tentu ia sujud dalam artian makna, karena ia bisa saja berpura-pura sujud namun didalam hatinya ia ingkar. U see ?, sangat lemahnya makna sujud sebagai menempelkan dahi kelantai, meskipun ia bisa saja dikatakan bersujud. Dan yang kedua, sujud seperti itu tidak dapat dimaknakan kepada selain manusia.

Menurut keterangan diatas, maka makna sujud adalah taat dan patuh secara sadar. Anda masih bisa komplen dan berkata  “bukankah taat mempunyai kata tersendiri didalam al-quran ?”,  like I say, u not have a single word to represented.

Kemudian kepatuhan ini ditambah keterangan tempat, yaitu “ma”.
Jika makna sujud dapat diartikan sebagai menempelkan dahi kelantai tidak kontradiktif, maka masjid sebagaimana yang akang pahami sekarang (bangunan fisik) secara klop masuk dalam makna yang cocok. Namun sujud yang demikian bukanlah makna yang sesungguhnya, tetapi hanya perilaku atau penampakan atau perbuatan dari makna sujud. Sehingga tempat sujud adalah tempat2 kepatuhan, atau list2 perbuatan dari apa yang disebut patuh dan taat kepada list tersebud. Karena kepatuhan secara sadar tidak mempunyai tempat fisik, ia berada jauh dilubuk hatimu, maka tempat kepatuhan juga bukanlah tempat2 fisik, sebaliknya ia adalah list kepatuhan yang harus dihadirkan didalam benak kita. Kita harus memasuki masjid2 itu, atau masjid2 itu harus masuk kedalam hatimu…………… apakah akang dapat memahami tulisan saya  ?(karena saya sendiri kesulitan mencari kata2 yang tepat).

Ketika Allah memerintahkan kita menghadap kepada masjid, ini bermakna kita harus memperhatikan perilaku kita. Kepatuhan ada dua, yaitu menjauhi larangan dan mematuhi perintah. Kepatuhan kepada larangan inilah yang dimaksud dengan masjidil haram, dan yang satu lagi adalah masjidil aqso. Kepatuhan kepada Allah disebut masjid Allah, namun ada juga kepatuhan2 yang dibuat-buat manusia untuk ritual2 tertentu, kemudian mamaksa manusia lain untuk patuh kepada aturan2 yang diada-adakan tersebut. Ini bermakna mereka yang mendirikan masjid demi kekafiran, kemudian orang2 beriman dilarang memasukinya. Perhatikanlah ritual2 kita, apakah ia masjid2 kafir atau masjid2 Allah, atau adakah perintah Allah mengenai ritual tersebut ?.

Kemudian menjadi jelas juga apa yang dimaksud dengan menghalangi manusia untuk memasuki masjid Allah, menghadapkan wajahmu kepada setiap masjid, atau muhammad meminta aturan atau apa2 saja yang Allah perintahkan kepada manusia untuk berbuat untuk mencari ridho-Nya, kemudian Allah menunjukkan muhammad sebentuk aturan2 yang semua dapat kita baca didalam al-quran. Jika akang membaca al-quran, maka prosentase masjidil haram lebih banyak disebutkan daripada masjidil aqso, dengan artian lebih banyak larangan2 yang kita jumpai didalam al-quran, dimana ia secara terbalik akan membawa kita kepada masjidil aqso.

Maka kiblat ini yang harus diperhatikan dimana,kapan saja,darimana saja sedang apapun juga dan dalam keadaan apapun juga palingkan wajahmu ke masjidil haram…it’s a clear.

Jika akang belum puas, silahkan bawakan ayatnya satu persatu yang ada kata2 masjid, kemudian kita bandingkan yang mana satu yang kelihatan kontradiktif.kita harus melihat kedua sisi, bukan hanya sisi makna non fisik aja, atau makna fisik saja……seperti yang akang lakukan dipost sebelumnya

Itu dulu…………….. biar tidak melebar kemana-mana








Offline Tonggak Tuo

  • Nogoth
  • **
  • Posts: 133
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #68 on: February 23, 2012, 10:19:36 PM »
Menyela sedikit Bro..
Saya melihat masih ada perbedaan pandangan tentang masjidil haram dll

saya berharap teman2 di sini tetap mengajukan usul dan pendapat sampai capek, mohon jangan menarik diri dari diskusi ya..

apapun ide dan gagasan yang anda lontarkan akan memberikan masukan buat pemula seperti saya ini dan beberapa teman2 lain.

teruskan saja bro, meskipun ada kesepakatan, keberatan, ketidaksetujuan dll, sepanjang dituluskan niat untuk mencari kebenaran dan berbagi, tentu akan ada pihak yang mendapatkan manfaatnya...

maaf ya, saya menyela
Mambangkik batang tarandam (membangkit batang terendam)

Offline The Watcher

  • Administrator
  • Mith'quessir
  • *********
  • Posts: 1228
  • Tidak ada kata ada kalau tidak ada kata tidak ada
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #69 on: February 24, 2012, 01:10:24 AM »
Quote
Bawakan saja ayat2 yang menurut anda bertentangan one by one mengenai masjid, dan saya akan berikan pengertiannya yang akan tidak lari dari yang sudah saya sebutkan.

Saya sudah berikan sebelumnya, silahkan...
Saya mau lihat terjemahan lengkap 2:114 dan yang lain juga tolong terjemahan lengkap jangan hanya sepotong sepotong dan jangan sampai ada kata dihilangkan...

Quote
Tetapi jika anda meminta satu kata pemungkas untuk “masjid” anda tidak akan mendapatkannya, karena hal yang sama juga berlaku kepada anda terhadap kata apa saja yang terdapat didalam al-quran. Sudah saya katakan dipost sebelumnya, al-quran mempunyai layer2 pengertian yang sangat komplek, tidak bisa disimpulkan dengan satu kata ajaib kemudian secara ajaib dapat dilekatkan kepada apa saja.

Nope disini saya tidak setuju. Setiap kata mempunyai arti literal. Tanpa mengetahui arti literal tidak akan mungkin kemudian bisa memaknai kata tersebut dengan benar. Layer AlQur'an yang kompleks akan tidak terarah jika setiap kata tidak bisa diartikan secara literal dalam bhs..this is simple and basic....

Jadi bukan masalah kata 'ajaib' atau tidak tapi bagaimana menempatkan yang seharusnya dalam menterjemahkan.

Quote
Btw, kita bermain dimakna, bukan di satu kata yang apabila dilekatkan kepada kata lain, maka ia mempunyai arti yang berbeda, NAMUN………. ia tetap merujuk kepada makna yang sama, itulah yang saya maksud.

Metode memahami kata di dalam Qur' an anda berbeda dengan saya. Bagi saya analisa setiap kata yang sama itu sangat penting agar kemudian dari setiap penyebutan kata tersebut bisa dianalisa berdasarkan konteks untuk mendapatkan makna. Jadi tidak sembarangan mengklaim makna tanpa memperhatikan kata sejenis lainnya di dalam Qur'an. Sebelum berbicara makna baiknya anda harus tahu dulu arti literal. Bagaimana menyiratkan kalau yang tersurat saja tidak jelas, akibatnya ya bisa terlihat sendiri.

Quote
Kemudian jika kita memberikan pengertian umum kepada sujud, pengertian apa yang dapat mewakili seluruh kegiatan sujud dari semua mahluk Allah ?. Jika kita menetapkan sujud adalah perbuatan meletatkkan dahi kelantai, bagaimana cara matahri bersujud, dimana ia tidak mempunyai dahi ?. dengan demikian makna sujud dengan meletakkan dahi kelantai bukanlah makna yang sesungguhnya dari sujud, meski meletakkan dahi kelantai adalah salah satu bentuk dari sujud.

Tidak ada yang menyempitkan kata sujud. Sujud fisik jika tidak diikuti sujud non fisik maka akan sia sia. Permasalahannya anda tidak akan pernah tahu bagaimana burung, makhluk allah lainnya melakukan sujud secera fisik, matahari bisa dikatakan melakukan pergerakan fisik kok. Jangan disamakan manusia dengan matahari, burung dst hingga kemudian mengambil prasangka untuk meniadakan sujud secara gerakan  fisik....

Quote
Dan jika tidak akan menjadi rumit, sujud adalah kepatuhan yang sadar dari perbuatan. Kepatuhan ini ditunjukkan dalam cara yang berbeda-beda dari mahluk Allah. Jika kita mengambil makna filososfi dari sujud menempelkan dahi kelantai, maka kita akan mendapatkan makna yang sama, yaitu merendahkan ego secara sadar kepada sesuatu yang diwakilkan kepada akal yang berada di kepala, kemudian direndahkan (lebih rendah dari yang hina yaitu ekor) mengahdap sesuatu pertanda ia takluk dan siap untuk menjadi ikut atau mentaati apa yang sedang disujudki, dan sekaligus siap untuk menerima perintah. Namun sekali lagi setiap kegiatan yang menempelkan dahi secara sujud, belum tentu ia sujud dalam artian makna, karena ia bisa saja berpura-pura sujud namun didalam hatinya ia ingkar. U see ?, sangat lemahnya makna sujud sebagai menempelkan dahi kelantai, meskipun ia bisa saja dikatakan bersujud. Dan yang kedua, sujud seperti itu tidak dapat dimaknakan kepada selain manusia.

Mau sangat lemah atau tidaknya untuk manusia melakukan sujud fisik bukan kepada anda atau manusi lain menilai. Saya sering melakukan sujud fisik disamping ketaatan saya yang adanya di dalam diri, apakah saya ingkar? Jangan generalisasi, hanya karena sektarian sujud fisik lalu dari kalang yang berhudan dengan Quran melakukan sujud di tempat sujud disalahkan? jangan terlalu naive dan bermain dengan apa yang anda baca dari orang lain.

Quote
Menurut keterangan diatas, maka makna sujud adalah taat dan patuh secara sadar. Anda masih bisa komplen dan berkata  “bukankah taat mempunyai kata tersendiri didalam al-quran ?”,  like I say, u not have a single word to represented.

nope you got it wrong....taat mempunyai arti dan makna begitu juga sujud. Ini mangkanya kedua kata digunakan secara berbeda, walau bisa bersinggungan tapi dua kat yang berbeda. Sujud bisa merupakan bentuk kepatuhan tapi sujud bukan hanya soal kepatuhan,  tapi juga untuk berserah, mengabdi kepada Allah dst.

Jadi sekali lagi tolong...jangan dicampur adukan setiap kata itu mempunyai arti literal dari arti literal yangbenar barui bisa berkembang makna. Jadi tidak sembarangan hanya dari beberapa ayat lalu langsung meniadakan sesuatu di dalam Qur'an. Jangan terlalu naive bro

Silahkan ke akar permasalahan. ayat sudah saya berikan sebelum sebelumnya. dan tolong terjemahan lengkap jangan dipotong potong.

Ingat tidak mungkin mengambil makna tanpa arti dan tidak mungkin mengambil arti hanya dari beberapa potong ayat, lalu arti kata tersebut di ayat lain berbeda. Qur'an...saya tunggu terjemahan lengkap di setiap ayat tentang masjid...dan tolong jangan sampai ada kata yang dihilangkan dalam terjemahan tersebut.
« Last Edit: February 24, 2012, 01:19:37 AM by The Watcher »

Offline Rero

  • Naugrim
  • *
  • Posts: 74
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #70 on: February 24, 2012, 01:42:04 AM »
Quote
Saya sudah berikan sebelumnya, silahkan...
Saya mau lihat terjemahan lengkap 2:114 dan yang lain juga tolongterjemahan lengkap jangan hanya sepotong sepotong dan jangan sampai ada kata dihilangkan...

Hmmm,saya juga sudah memberikan semampu saya, masjid sudah saya detailkan, pemaknaa QS 2:114 sudah saya jabarkan anda tinggal masukkan pengertiannya kemudian merangkai makna yang saya hasilkan. That’s enough,  jika anda tidak menangkap apa yang saya jabarkan, anda sama sekali tidak memperhatikan apa yang saya jabarkan…………

Tinggal berikan sanggahan kemudian tanggapi sanggahan saya, fisik bagi anda dan non fisik bagi saya,…….its fearsm anda bukan anak kecil lagi sehingga mesti diperinci sedemikian lagi, jika anda belum puas, silahkan jabarkan perincian dari anda,saya akan melihat bagaimana pertahanan anda untuk mempertahankan masjid adalah bangunan fisik.

Quote
Nope disini saya tidak setuju. Setiap kata mempunyai arti literal. Tanpa mengetahui arti literal tidak akan mungkin kemudian bisa memaknai kata tersebut dengan benar. Layer AlQur'an yang kompleks akan tidak terarah jika setiap kata tidak bisa diartikan secara literal dalam bhs..this is simple and basic....

Apakah anda melihat saya mengabaikan arti literalnya  kemudian langsung kepada kesimpulan ?, jangan terlalu tergesa-gesa…………silahkan baca pelan2 kemudian tunjukkan dimana arti literalnya menjadi arti yang lain ?

Quote
Metode memahami kata di dalam Qur' an anda berbeda dengan saya. Bagi saya anlisa setiap kata yang sama itu penting agar kemudian dari setiap penyebutan kata tersebut bisa dianalisa konteks. Jadi tidak sembarangan mengklaim makna tanpa memperhatikan kata sejenis lainnya di dalam Qur'an. Sebelum berbicara makna baiknya anda harus tahu dulu arti literal. Bagiaman menyiratkan kalau yang tersurat saja tidak jelas, akibatnya ya bisa terlihat sendiri.

Perbedaan bukan berarti kesalahan, tujuan akhir adalah tercapainya makna yang ingin disampaikan. Klaim anda yang mengatakan bahwa saya tidak memperhatikan makna literal disamping anda belum memberikan keterangan apa2, apakah anda merasa sudah menggunakan arti literalnya………..silahkan jabarkan

Quote
Tidak ada yang menyempitkan kata sujud. Sujud fisik jika tidak diikuti sujud non fisik maka akan sia sia. Permasalahannya anda tidak akan pernah tahu bagaimana burung, makhluk allah lainnya melakukan sujud secera fisik. Jangan disamakan organ manusia dengan makhluk lain, hingga kemudian mengambil prasangka untuk meniadakan sujud secara fisik....

Jika tidak ada yang dapat mengetahuinya ,maka juga tidak ada gunanya pesan dari al-quran tsb, toh disampaikan atau tidak juga tidak ada yang mampu memahaminya.btw, Manusia, burung,matahri dll mempunyai wujud fisik seperti manusia. Sehingga kelakuan fisik masing2nya dapat diteliti. Jika dikatakan burung bersujud, apakah selama hidup anda anda memperhatikan burung sujud ?, karena saya belum tahu bagaimana burung sujud, barangkali anda dapat mengatakannya kepada saya bagaimana burung sujud. Jika anda juga tidak mengetahui, lalu bagaimana anda mengetahui bahwa saya tidak mengetahui….apa yang menjadikan patokan anda bahwa ini itu bukan sujud sehingga anda mengklaim saya tidak tahu……………..so katakan kepada saya bagaimana burung, matahri dan bumi sujud….
jangan katakan tidak ada yang tahu, yang menjadi al-quran pepesan kosong...........monggo

Quote
Mau sangat lemah atau tidaknya untuk manusia melakukan sujud fisik bukan kepada anda atau manusi lain menilai.saya sering melakukan sujud fisik apakah saya ingkar? Jangan generalisasi, hanya karena sektarian sujud fisik lalu dari kalang yang berhudan dengan Quran melakukan sujud di tempat sujud disalahkan? jangan terlalu naive dan bermain dengan apa yang anda baca dari orang lain.

Anda merasa tertuduh, tidak ada point mengenai judge bahwa sujud fisik dapat dikatakan bahwa ia patuh atau tidak. Inti yang ingin saya sampaikan adalah, sujud fisik dengan menenmpelkan dahi kelantai tidak selalu menandakan bahwa didalm hatinya ia tunduk. Sehingga sujud dalam makna patuh tidak dapat digenalisir sebagai sujud fisik. Itulah point yang ingin saya samapaikan, tidak ada hubungannya denga person siapapun.

Quote
nope you got it wrong....taat mempunyai arti dan makna begitu juga sujud. Ini mangkanya kedua kata digunakan secara berbeda, walau bisa bermakana sama. Sujud bisa merupakan bentuk kepatuhan tapi sujud bukan hanya soal kepatuhan,  tapi juga untuk berserah, mengabdi kepada Allah dst.

Jadi sekali lagi tolong...jangan dicampur adukan setiap kata itu mempunyai arti literal dari arti literal yangbenar barui bisa berkembang makna. Jadi tidak sembarangan hanya dari beberapa ayat lalu langsung meniadakan sesuatu di dalam Qur'an. Jangan terlalu naive bro

Silahkan ke akar permasalahan. ayat sudah saya berikan sebelum sebelumnya. dan tolong terjemahan lengkap jangan dipotong potong.

Ingat tidak mungkin mengambil makna tanpa arti dan tidak mungkin mengambil arti hanya dari beberapa potong ayat, lalu arti kata tersebut di ayat lain berbeda. Qur'an...saya tunggu terjemahan lengkap di setiap ayat tentang masjid...dan tolong jangan sampai ada kata yang dihilangkan dalam terjemahan tersebut.

Heheheh….bisakah anda mengatakan berserah diri tetapi tidak dalam kepatuhan ?, atau mengabdi tetapi tidak dalam kepatuhan ??

Sujud itu perbuatan hati, maka ia akan terdzohrkan kepada fisik, namun setiap perbuatan fisik belum tentu terlahir dihati.

Mengenai permintaan anda silahkan baca lagi komplenan saya diatas….monggo
« Last Edit: February 24, 2012, 01:48:00 AM by Rero »

Offline cruiser

  • Elandili
  • ****
  • Posts: 707
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #71 on: February 24, 2012, 06:44:05 AM »
Menyela sedikit Bro..
Saya melihat masih ada perbedaan pandangan tentang masjidil haram dll

saya berharap teman2 di sini tetap mengajukan usul dan pendapat sampai capek, mohon jangan menarik diri dari diskusi ya..

apapun ide dan gagasan yang anda lontarkan akan memberikan masukan buat pemula seperti saya ini dan beberapa teman2 lain.

teruskan saja bro, meskipun ada kesepakatan, keberatan, ketidaksetujuan dll, sepanjang dituluskan niat untuk mencari kebenaran dan berbagi, tentu akan ada pihak yang mendapatkan manfaatnya...

maaf ya, saya menyela
saya pikir sebaiknya anda turut serta dalam diskusi ini untuk memberikan "warna yg berbeda" yang lebih sehat.

Nah untuk itu saya mencoba memberikan beberapa pertanyaan untuk (juga untuk bro TW atau momods) yg masih "bersikeras" menganggap MH adalah bangunan fisik :

1. bangunan itu ada dimana ?
2. kapan dibangunnya ? zaman nabi Muhammad atau Nabi Ibrahim ?
3. siapa yg membangun dan siapa pula yg mendirikan ? sertakan ayatnya juga,
4. bangunan itu dibangun untuk apa ?
5. kalo bangunan itu berbentuk fisik bagaimana melaksanakan 2:144, 2: 149 dan 2:150 ?
6. Nabi Ibrahim apakah melaksanakan ayat diatas ? ayat mana yg membuktikan bahwa nabi Ibrahim melaksanakan ayat2 di atas ?

Ingat bahwa Ibrahim adalah imam umat manusia ;

Dan ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku tidak mengenai orang-orang yang zalim".(QS 2:124)

itu sebabnya Nabi Ibrahim selalu terlibat dalam pembicaraan tentang AQ karena beliau adalah juga teladan 16:120 bagi kita untuk mengaplikasikan AQ.

tolong anda usahakan menjawabnya sesingkat mungkin tanpa dikomentari.


Offline momods

  • Peredhil
  • ***
  • Posts: 472
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #72 on: February 24, 2012, 10:20:51 AM »
saya pikir sebaiknya anda turut serta dalam diskusi ini untuk memberikan "warna yg berbeda" yang lebih sehat.

Nah untuk itu saya mencoba memberikan beberapa pertanyaan untuk (juga untuk bro TW atau momods) yg masih "bersikeras" menganggap MH adalah bangunan fisik :

Sy sudah bersuaha mengeluarkan pendapat dengan segala keterbatasannya di halaman 3-4, itupun awalnya karena pandangan saya banyak dipengaruhi oleh 1400 (conspiracy), maka sekarang saya memberikan kepada yang mempunyai 1400 mengulasnya lebih jauh.
 :D

Offline nujumpabelalang

  • Naugrim
  • *
  • Posts: 52
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #73 on: February 24, 2012, 11:12:23 AM »
Sujud = taat/patuh/tunduk

masjid = Perintah taat/ perintah tunduk/perintah patuh/dekri

masaajid = Perintah2 Taat/ perintah2 tunduk/ perintah2 patuh/dekri2

Haram = terlarang/ditegah/tidak dibenarkan..

Offline The Watcher

  • Administrator
  • Mith'quessir
  • *********
  • Posts: 1228
  • Tidak ada kata ada kalau tidak ada kata tidak ada
    • View Profile
Re: MASJIDILHARAAM
« Reply #74 on: February 24, 2012, 12:42:46 PM »
Hmmm,saya juga sudah memberikan semampu saya, masjid sudah saya detailkan, pemaknaa QS 2:114 sudah saya jabarkan anda tinggal masukkan pengertiannya kemudian merangkai makna yang saya hasilkan. That’s enough,  jika anda tidak menangkap apa yang saya jabarkan, anda sama sekali tidak memperhatikan apa yang saya jabarkan…………

Tinggal berikan sanggahan kemudian tanggapi sanggahan saya, fisik bagi anda dan non fisik bagi saya,…….its fearsm anda bukan anak kecil lagi sehingga mesti diperinci sedemikian lagi, jika anda belum puas, silahkan jabarkan perincian dari anda,saya akan melihat bagaimana pertahanan anda untuk mempertahankan masjid adalah bangunan fisik.

Apakah anda melihat saya mengabaikan arti literalnya  kemudian langsung kepada kesimpulan ?, jangan terlalu tergesa-gesa…………silahkan baca pelan2 kemudian tunjukkan dimana arti literalnya menjadi arti yang lain ?

Perbedaan bukan berarti kesalahan, tujuan akhir adalah tercapainya makna yang ingin disampaikan. Klaim anda yang mengatakan bahwa saya tidak memperhatikan makna literal disamping anda belum memberikan keterangan apa2, apakah anda merasa sudah menggunakan arti literalnya………..silahkan jabarkan

Jika tidak ada yang dapat mengetahuinya ,maka juga tidak ada gunanya pesan dari al-quran tsb, toh disampaikan atau tidak juga tidak ada yang mampu memahaminya.btw, Manusia, burung,matahri dll mempunyai wujud fisik seperti manusia. Sehingga kelakuan fisik masing2nya dapat diteliti. Jika dikatakan burung bersujud, apakah selama hidup anda anda memperhatikan burung sujud ?, karena saya belum tahu bagaimana burung sujud, barangkali anda dapat mengatakannya kepada saya bagaimana burung sujud. Jika anda juga tidak mengetahui, lalu bagaimana anda mengetahui bahwa saya tidak mengetahui….apa yang menjadikan patokan anda bahwa ini itu bukan sujud sehingga anda mengklaim saya tidak tahu……………..so katakan kepada saya bagaimana burung, matahri dan bumi sujud….
jangan katakan tidak ada yang tahu, yang menjadi al-quran pepesan kosong...........monggo

Anda merasa tertuduh, tidak ada point mengenai judge bahwa sujud fisik dapat dikatakan bahwa ia patuh atau tidak. Inti yang ingin saya sampaikan adalah, sujud fisik dengan menenmpelkan dahi kelantai tidak selalu menandakan bahwa didalm hatinya ia tunduk. Sehingga sujud dalam makna patuh tidak dapat digenalisir sebagai sujud fisik. Itulah point yang ingin saya samapaikan, tidak ada hubungannya denga person siapapun.

Heheheh….bisakah anda mengatakan berserah diri tetapi tidak dalam kepatuhan ?, atau mengabdi tetapi tidak dalam kepatuhan ??

Sujud itu perbuatan hati, maka ia akan terdzohrkan kepada fisik, namun setiap perbuatan fisik belum tentu terlahir dihati.

Mengenai permintaan anda silahkan baca lagi komplenan saya diatas….monggo

Jangan bertele tele. 2:114, sebelumnya anda hanya memberikan fragment dari ayat, anda hanya mengartikan sepotong sepotong ayat, apakah ini kebiasaan anda? mengambil kata dari potongan ayat lalu menterjemahkan dari potongan ayat juga?

Silahkan kalau memang anda benar  8)

Detail Surat Al-Baqarah  Ayat 114
ومن    
...أظلم    
..ممن    
...منع    
.مسجد    
....الله    
....أن    
..يذكر    
...فيها    
..اسمه    
.وسعى    
...في    
خرابها    
..أولئك    
..ما    
...كان    
...لهم    
...أن    
.يدخلوها
...إلا    
خائفين    
..لهم    
...في    
.الدنيا   
.خزي    
..ولهم    
....في    
..الاءخرة
..عذاب   
عظيم... 


Silahkan terjemahkan per kata dan jadikan kalimat menurut tata bahasa arab yang benar, saya mau lihat dan aplikasikan arti dan  makna masjid anda ke setiap ayat (lengkap tanpa dipotong)
pertama di ayat diatas dulu

Seharusnya ini mudah jika memang anda mengklaim diatas hujjah yang nyata, bukan hujjah yang dipotong...


« Last Edit: February 24, 2012, 06:50:36 PM by The Watcher »