Author Topic: Untuk apa Rasul diutus  (Read 2449 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Wong Maruf

  • Nogoth
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
Untuk apa Rasul diutus
« on: November 16, 2006, 11:44:59 PM »
Seorang utusan/rasul kalau hanya sekedar mengaku saja sebagai utusan siapakah yang memberi khatam (seal, legalisasi).

Utusan juga harus jelas, untuk apa diutus, dengan modal apa ia diutus dan memberikan warning kendala apa yang akan dihadapi,

1. QS.9/33 Dialah yang mengutus seorang rasul dengan petunjuk dan diin yang haq, agar dimenangkannya atas segala diin lainnya, walaupun musyrikin membencinya

Dia = Allah - kenapa Allah itu dikatakan sebagai huwa (dia laki-laki? mungkin nanti di ajang lain kita bisa membahasnya) - Robbul 'Alamin, satu satunya otoritas pengatur alam.

mengutus = memberikan tugas yang mempunyai visi dan missin.

petunjuk = huda yaitu al Kitab (bisa difahami sebagai Taurat, Injil dan Al Quran), sesuai dengan QS. 2/4 untuk memahami Al Kitab jangan hanya Al Quran Saja (A-S) tetapi pelajari seluruh kitab Allah yang lain, sebab kalau pengin tahu bagaimana Allah mengatur manusia yang dipimpin oleh Bani Israil kita bisa tahu sunnahnya secara detil di Taurat dan Injil. Kenapa begitu, Allah dalam QS.33/21 menegaskan bahwa pada diri Rasul (semua Rasul) ada uswatun hasanah.

diin yang haq = Islam, diin yang dterapkan pada alam dan manusia, Inna diina indaloohil Islam. Islam artinya tunduk patuh, jadi ketuntuk patuhan alam dan manusia itu dikendalikan oleh Allah dengan suatu system pengabdian yang disebut dengan diin Islam, makanya manusia ditantang Allah dalam QS.3/83 : apakah mereka (manusia yang ingin menginkari diin Allah) akan mencari diin lain selain diin Allah, padahal tidak bisa disangkal lagi semua yang ada dilangit dan dibumi (alam semesta) tudak Islam kepada Allah bik secara sukarela maupun terpaksa.

untuk dimenangkan = menang/dhohir, adalah sesuatu yang nampak atau nyata atau some thing real, mendhohirkan adalah menciptakan tatanan kehidupan manusia yang benar-benar real yang hanya diatur oleh patuh supaya manusia itu Islam. System itu bisa tegak kalau ada :

1. Aturan (hukumnya) - rubbubiyahnya
2. Penguasanya - mulkiyahnya
3. Rakyat yang mentaatinya - uluhiyahnya.

Yang terakhir tentu saja baldahnya yaitu tempatnya, bumi ini adalah bumi Allah, maka diin itu harus tegak di bumi Allah.

atas segala diin = semua system hidup yang diatur berdasarkan buah pikir manusia baik dari bapak/pemimpin besar bangsa maupun hasil kesepakatan. Diin-diin lain ini harus tidak boleh berperan atau harus tunduk pada diin Alah saja (diinul haq).


musyrik = semua orang atau faham yang bertentangan dengan diin yang haq. dalam pengertian al Kitab, musyrik adalah orang yang membuat dua system bekerja sekali gus sehingga ada system yang lebih superior. makanya Allah mengatakan orang yang mengaku mu'min tetapi taat kepada hukum selain dari Allah sebagai orang munafik (QS.4/60). Jadi musyrik dalam pengertian yang benar adalah orang (siapa saja apakah mengaku muslim atau non muslim) yang membuat syarikat (tandingan) atas diin Allah, bekerja sekaligus dalam komunitas atau diri mereka. (Perhatikan QS. 2/165)

tidak menyukainya/membencinya = terdapat perlawanan dari orang musyrik dengan segala upaya.

Dalam kehidupan nyata saat ini ataupun saat masih diin dikuasai oleh diin selain dari Allah, maka

1. Kehidupan itu talbis (sekular) negara dipegang oleh pimpinan yang dipilih rakyat, diktaktor, raja, presiden, perdana menteri dll urusan agama depegang oleh Ahlul Kitab. Antara negara dan Ahlul Kitab terjadi perselingkuhan (dalam bahasa Bible perzinahan), agar "agama" itu menjadi pendukung negara.

2. Manusia sifatnya lemah,. Allah Maha Pengampun, karenanya kalau berbuat kesalahan akan diampuni sepanjang melakukan 5 rukun islam atau pergi ke gereja, klenteng, pagoda dll. Jadi mereka menganggap Allah itu membebaskan manusia untuk berbuat apa saja yang penting melakukan ibadah ritual (maghdloh). Karena kesalahan dalam mengartikan makna "la ikra hafiddiin" ini maka, manusia menjadi manusia suka-suka membiarkan peran setan (system yang tidak fitrah) bekerja dalam dirinya, toh nanti ada Allah yang akan membebaskan kesalahan mereka. Makanya komunitas seperti ini sangat mengagung-angungkan ibadah maghdloh, ketimbang Islam kepada diin Allah.

Padahal siapapun faham bahwa di dalam suatu enterprise, kekuasaan, keluarga tidak boleh ada dua system bekerja sekaligus demikian juga dalam dalam system Allah.

QS.33/4 Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya;

tidak pantas system inferior menguasai system superior. Makanya Allah melarang mencampur adukkan yang haq dan yang bathil (QS.2/42)

Kemudian tugas Rasul adalah :

QS.62/2 : Dialah yang membangkitkan dari kaum yang ummiy seorang Rasul untuk menyampaikan kepada mereka ayat-ayatNya, mensucikan mereka, mengajarkan Kitab dan ilmu hikmah, sebelumnya mereka dalam kesesatan yang nyata.

Dia = Allah Robbul 'Alamin, yang akan bertindak tatkala manusia dan alam itu tidak mizan, tidak fitrah.

membangkitkan = aktifitas yang menimbulkan kesadaran dari dirinya inferior, lemah, terjajah mempunyai semangat yang tidak lekang untuk menjadi superior, kuat dan berkuasa.

Ummiy = orang yang mengerti dan bisa membaca Kitab tetapi tidak mengerti maknanya untuk apa kitab diturunkan (banyak perdebatan mengenai ummiy ini tetapi tidak menimbulkan kesimpulan yang berkaitan dengan bangkitnya Rasul). Tetapi kalau mertujuk QS.3/75

وَمِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ إِن تَأْمَنْهُ بِقِنطَارٍ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ وَمِنْهُم مَّنْ إِن تَأْمَنْهُ بِدِينَارٍ لاَّ يُؤَدِّهِ إِلَيْكَ إِلاَّ مَا دُمْتَ عَلَيْهِ قَآئِماً ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ لَيْسَ عَلَيْنَا فِي الأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ وَيَقُولُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

audio[3:75] Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummiy. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.


maka pengertian ummiy lebih tepat dikatakan sebagai orang diluar bani Israil. Kalau Nabi yang direfer dalam QS.62/2 adalah Muhammad tenbtu saja yang dimaksud ummiy adalah bangsa Arab.
Kebangikan itu bisa terjadi pada setiap ummat (QS.16/36), tetapi Rasulullah cuma satu.

Rasul = yaitu orang yang diutus membawa risalah, atau orang yang diutus untuk menggenapi nubuwah dalam Al Kitab/Al Quran.

Menyampaikan = memberikan penjelasan yang sifatnya logic, ilmiyah untuk menghapus dogma, kepercayaan, faham-faham yang melenceng.

Ayat-ayatNya = tanda kekuasaan Allah, ajaran tentang diin yang haq, perilaku alam semesta dan manusia.

Mensucikan = merubah idiologi dominan yang lahir dari kepercayaan, adat istiadat, hukum nasional, sangka-sangkaan yang tidak bersumber dari Allah menjadikan kesadarannya (qolbunya) hanya ber isme yang dari Allah (bi ismi Robbik). Pada mulanya orang yang disucikan dengan cara berjanji setia kepada Rasul (QS.48/1-10), kemudian diatur dengan diin yang fitrah (Qs30/60) dan apabila masih saja mendholimi diri dan bersengketa diantara mu'min maka mensucikan diri mereka dengan mekanisme dengan datang kepada Rasul (QS. 4/64-65).

Memberikan ilmu = ada konsekwensi logis antara Rasul dengan pengikutnya, dimana tidak ada keterlepasan melainkan suatu keterikatan bathin, emosional, tindakan, visi dan missi. Rasul adalah orang yang sangat memperhatikan ummatnya, tidak ada ummat yang tidak boleh tertinggal dalam memahami wahyu. Prinsip "i'malu 'ala makanatikum" menjadi acuan penting agar manusia melaksakan fungsinya berdasarkan keakhliannya, oleh karena itu ilmu yang diajarkan oleh Rasul bertujuan agar manusia bisa mejalankan fungsi dirinya sebagai pengabdi secara tepat. Prinsip bahwa tidak ada orang yang melakukan segala sesuatu tanpa ilmu adalah prinsip yang utama (QS.17/36) dalam menyebarkan dakwah Islam. Dakwah adalah ajakan, bukan sesuatu yang mubazir : bukan menghamburkan ayat, bukan membuat orang menangis, tetapi sipenyampai tidak usah merasa bertanggung jawab atas ayat yang disampaikan dan bertangyung jawab perobahan akhlak dari mad'u melalui penyadaran yang intens face to face, yang penting ada aliran dana yang masuk kekantongnya.

Seorang pendakwah dalam system yang haq, adalah bertujuan untuk merobah (convert) paradigma hidupnya menjadi seorang mu'min, kalau ada yang beriman, maka sebagai konseweksninya harus membuat suatu perjanjian (shollu). Itulah syarat utama seseorang menjadi mu'min dan syarat untuk menerima ilmu selanjutnya, kalau tidak mau buat perjanjian ya "la ikro hafiddin" "lakum dinukum waliyaddiin".

Ilmu hikmah = ilmu untuk memahami ayat-ayat mutasyabihat dan akronim-akronim yang di sampaikan Allah dalam Kitab-KitabNya. Banyak orang terjebak kepada kepemahaman muhkam pada suatu ayat mutasyabihat, bahkan banyak yang terjebak untuk memuhkamkan ayat mutasyabihat. hanya dengan datangnya Rasul ayat-ayat itu bisa dipecahkan.

Contoh kekeliruan yang sering terjadi :

mati = diartikan roh sudah lepas dari tubuh, clinical death. Padahal bisa mati secara qolbu, mati ummat, mati idiologi.
dunia = bumi, earth, solar planet. Padahal bisa berarti danaa (rendah), sehingga makna hubbud dunya adalah kehidupan rendah yang tidak diatur oleh diin yang haq, juga bisa berarti sesuatu yang berasal dari tatacara yang tidak diatur oleh Allah, misal "makanan bumi" adalah idioligi yang datang dari bumi (buatan manusia).

Banyak orang menyangkal bahwa tidak ada orang yang tahu mengenai ayat mutasyabihat berdasarkan QS.3/7, padahal dalam ayat itu ada orang rosyih yang diberikan kepemahaman ayat mutasyabihat. Dan di QS.2/26 ayat mutasyahibat akan merupakan petunjuk kepada orang yang beriman tetapi merupakan penyesat bagi orang musyrik. Orang yang beriman tentu saja orang yang sudah janji (shollu) kepada Rasul.

Sebelumnya = sebelum kedatangan Rasul. Data dalam sejarah adalah kondisi Makiyyah, kondisi manusia talbis.

dalam kesesatan yang nyata = kenapa bisa begitu padahal banyak orang setelah lahir kemudian melaksankan perintah sholat dengan ikhlas dan mereka merasa sudah benar. Jawabanya adalah : kenapa Aju Jahal cs pada jamannya adalah Amirul Hajj, pemegang konci Ka'bah dianggap musryik ? Sebab sholat mereka adalah sholat sahun, sholat tepuk tangan dan diulan, sholat tidak bershollu kepada Rasul.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, perlu ditekankan bahwa Nabi dan Rasul itu dalam perjuangannya adalah merealisasikan tri logi diin lebih dahulu yaitu mengajarkan aturan Allah, memimpin manusia dan membentuk komuitas mu'min yang terstabit dengan al Quran, itulah yang disebut periode iman, maka setelah manusia bisa di furqonkan, bisa dibelah (yang diibaratkan laut dibelah oleh Musa), maka harus terjadi sebuah eksodus atau hijrah, barulah setelah itu menyusun kekuatan (jihad).

Tetapi boleh jadi karena tidak atau belum diberikan kepemahaman mengenai sunnah Allah yang dijalankan oleh para Rasul, banyak yang melaksanakan perjuangan menegakkan Islam tidak berdasarkan sunnah. Banyak ulama yang khssus cuma berdakwah saja tanpa merasa perlu untuk menegakkan diin islam itulah yang disebut ahlul kitab, dan ada yang berjihad dengan menyusun kekuasaan main bom atau teror tanpa membuat manusia iman dulu.

Makanya Allah memberitahu kepada kita bahwa manusia yang tinggi derajatnya adalah yang mampu berjuang dalam tiga tahap iman, hijrah dan jihad.

[QS.9/20] Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

[QS.9/21] Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal,

Sayang banyak yang berpendapat bahwa manusia akan mendapat reward (pahala) tanpa harus melalui QS.9/20, padahal secara jelas Allah menyatakan :

[QS.142] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Sabar menurut al Quran adalah ulet, tidak loyo, tidak penah berputus asa selalu siap menjalankan tugas (QS.3/146).

Sanggupkan anda menjadi Rasul, kalau sanggup kami siap mengikutimu, kalau nggak sanggup maka ikutilah Rasul yang terlah berada disekitar anda.

Offline adley

  • Global Moderator
  • Elandili
  • ********
  • Posts: 914
  • Call me 'Adley' or 'Ele' -- your pick.
    • View Profile
    • Allah-Semata
Re: Untuk apa Rasul diutus
« Reply #1 on: November 17, 2006, 07:16:04 AM »
Salaam bro Maruf,

Quote
Sanggupkan anda menjadi Rasul, kalau sanggup kami siap mengikutimu, kalau nggak sanggup maka ikutilah Rasul yang terlah berada disekitar anda.
Nah ini menarik nih.
Apakah saya sanggup menjadi seorang rasul (dalam artian rasul yang menyampaikan ayat-ayat Allah)?
Saya jujur saja tidak sanggup, karena bila berani menyampaikan harus berani sejalan 100% dengan yang disampaikan. Memang seorang rasulpun bagi saya pemahamannya boleh berkembang dan berubah, tapi untuk sejalan 100% dengan alqur'an itulah yang berat, setidaknya bagi saya sekarang.
Contoh kecil saja: membalas perkataan yang buruk dengan yang baik (salam/damai). Ini saja saya masih latihan, boro-boro memimpin orang lain bukan?

Untuk mengikuti rasul yang telah berada di sekitar saya, saya diberikan keberuntungan luar biasa oleh Allah. Karena bagi saya (dan ibu saya), istri saya itu adalah juga seorang rasul. Bagaimana tidak? Karena beliaulah saya bisa berubah dari masa-masa gelap sampai mau "pencarian jiwa" sendiri. Saya berubah menjadi jauh lebih tidak pelit, jauh lebih kuat (secara spiritual), sabar (meski harus masih banyak latihan), dan masih banyak lagi. Intinya, saya berubah secara fundamental; dan orang yang bisa melakukan itu terhadap saya adalah orang yang di mata saya kuat luar biasa.

Mungkin bagi yang pernah ikutan milis A-S dulu tau bahwa bagi saya jabatan "rasul" itu bukanlah suatu jabatan yang permanen atau berada di atas segalanya, karena setiap rasul pun masih bisa terkena 69:43-47 bukan? Ini hanya pemahaman saya lho. :)

=adley=
Klik untuk membantu mereka yang kelaparan tanpa dikenakan biaya apapun --> Mohon anda klik sehari sekali.

If you want to come to me as a human, leave your religion at the door.

Offline The Watcher

  • Administrator
  • Mith'quessir
  • *********
  • Posts: 1228
  • Tidak ada kata ada kalau tidak ada kata tidak ada
    • View Profile
Re: Untuk apa Rasul diutus
« Reply #2 on: November 17, 2006, 03:10:42 PM »
Salam

no comment deh  ;D  bagi yang pernah ikutan milis A-S mungkin tau dimana gw berdiri mengenai pandangan ini, intentionally of course


salam

Offline Khumar

  • Glamhoth
  • Posts: 33
    • View Profile
Re: Untuk apa Rasul diutus
« Reply #3 on: November 25, 2006, 10:18:28 PM »
Sederhana:

Untuk membawa PESAN PERINGATAN dan juga KESEMPATAN TERAKHIR UNTUK MENDAPATKAN AMPUNAN kepada orang-orang / golongan / kaum yang telah MELEWATI BATAS.
Utusan / Rasul diutus kepada manusia-manusia yang melewati batas. Sudah sepantasnya manusia-manusia / golongan yang sampai kedatangan Rasul / Utusan dari Allah itu "Malu" dan introspeksi diri atas kebejatan mereka.

Rasul tidak akan diutus kepada sebuah kaum / masyarakat yang baik-baik (If it ain't broke, don't fix it).
Rasul akan diutus kepada golongan manusia bejat yang MELAMPAUI BATAS dan berada diambang AZAB / PEMUSNAHAN.
« Last Edit: November 25, 2006, 10:21:13 PM by Khumar »

Offline Wong Maruf

  • Nogoth
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
Re: Untuk apa Rasul diutus
« Reply #4 on: November 30, 2006, 03:48:39 PM »
Sederhana:

Untuk membawa PESAN PERINGATAN dan juga KESEMPATAN TERAKHIR UNTUK MENDAPATKAN AMPUNAN kepada orang-orang / golongan / kaum yang telah MELEWATI BATAS.
Utusan / Rasul diutus kepada manusia-manusia yang melewati batas. Sudah sepantasnya manusia-manusia / golongan yang sampai kedatangan Rasul / Utusan dari Allah itu "Malu" dan introspeksi diri atas kebejatan mereka.

Rasul tidak akan diutus kepada sebuah kaum / masyarakat yang baik-baik (If it ain't broke, don't fix it).
Rasul akan diutus kepada golongan manusia bejat yang MELAMPAUI BATAS dan berada diambang AZAB / PEMUSNAHAN.

Itulah bahwa Allah sebagai Robbul 'alamin tidak pernah lalai kepada hamba-hambaNya, Allah selalu mencintai hamba-hambaNya sehingga tatanan kehidupan manusia dengan diutusNya RasulNya dikembalikan ketatanan mizan (QS.14/42). Alam-pun tidak ikkhas dimanage oleh manusia dengan system kapitalis, system yang diadopsi dari bumi, dirusak tanpa ada rejunevation.

Dengan datangnya Rasul maka semua system kehidupan baik manusia dan alam akan dikembalikan kepada system kehidupan made by The Creator -  system mizan - itulah system kehidupan yang diberitakan oleh Allah disurat Ar Rahman. Maka nikmat Allah mana lagi yang engkau (manusia) dustakan ?


Offline The Watcher

  • Administrator
  • Mith'quessir
  • *********
  • Posts: 1228
  • Tidak ada kata ada kalau tidak ada kata tidak ada
    • View Profile
Re: Untuk apa Rasul diutus
« Reply #5 on: December 01, 2006, 09:27:47 PM »
Salam

Alam tidak ikhlas ?? bisa tolong dijabarkan secara nyata darimana pengetahuan tentang ikhlas tidaknya alam?


Salam

Offline Wong Maruf

  • Nogoth
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
Kerajaan Allah
« Reply #6 on: December 02, 2006, 01:17:18 PM »
Kerajaan Alloh memang sudah berlaku buat alam semesta, tetapi saat ini bagi manusia itu hanya ungkapan parabolistik.

Bagi manusia sepanjang sejarah 700 tahun terakhir setelah Islam dikalahkan oleh Hulaghu Khan kemudian diteruskan oleh imperialisme barat hingga sekarang, Islam tinggal sekedar upacara ritual sudah kehilangan makna sebagai pengatur hidup dan kehidupan. Dengan hegemoni Barat, maka semua negara dibumi saat ini harus mengikuti idiologi manusia yang dibuat untuk mempertahankan hegemoni barat atas manusia. Manusia diberikan banyak sekali cara hidup - walaupun yang mengaku Islam sadar betul bahwa system hidup dan kehidupan yang haq adalah yang dari Allah yaitu diin Islam - maka apabila ada beberapa manusia yang menolak penerapan system hidup barat akan diperangi, dijajah, dijadikan negara boneka.

Maka kita sungguh prhatin melihat banyak ummat Islam dibumi ini yang bertingkah laku seperti Yahudi dan Nasrani, sebab dari lahir mereka sudah disibghoh dengan idiologi yang mereka temukan disekitar diri mereka yang sudah berberapa dekade berlaku atas diri mereka yaitu kapitalisme, ribaisme, demokrasi, sekularisme, pluralisme....

Kesadaran untuk kembali kepada diin Islam sedang bangkit saat ini, akan tetapi disayangkan bahwa tidak satupun diantara mereka yang mengkuti sunnah Rasulullah yaitu memperjuangkan kembali tegaknya Islam - agar tidak terpuruk dan terus menerus dikuasai oleh idologi barat - dengan cara-cara Rasulullah memperjuangkan Islam.

Banyak diantaranya memperjuangkan Islam dengan cara-cara demokrasi, dan terbukti tidak berhasil seperti ditunjukkan oleh sejarah dengan gagalnya FIS di Aljazair dan Partai Refah di Turki, dan adalagi yang melalui harokah dengan cara-cara barat yaitu berdemontrasi seperti diperlihatkan oleh HT dan IM, ataupun dengan cara-cara polisionil seperti yang ditunjukkan oleh FPI.

Banyak orang tidak yakin bahwa memperjuangkan Islam dengan cara Rasulullah yaitu melalui amanu, hajaru dan jahadu akan berhasil. Mereka menganggap dulu Rasulullah memperjuangkan Islam untuk menjadikan Islam itu ada. Sekarang Islam sudah ada maka tidak perlu lagi diperjuangkan dengan cara Rasulullah sekalipun.

Kesalahan persepsi itu karena dua hal

1. Menganggap bahwa Islam itu sekedar agama, yaitu masalah kepercayaan dan aksi ritual, sehingga kita tidak perlu berupaya untuk memoderenisasi situal.

2. Islam itu agama yang belum ada sebab manusia sebelumnya bukan Islam, sehingga dengan eksisnya Islam maka mengapa kita memakai cara Rasulullah lagi untuk menegakkan Islam kan Islam sudah ada.

Maka perlu sekali dijelaskan bahwa Islam bukan agama tetapi adalah diin yaitu hukum yang mengatur semua segi hidup dan kehidupan manusia. Islam bukan semata diberikan kepada Muhammad tetapi Islam itu adalah diin yang hanif yang sejak pertama kali manusia diciptakan sudah disediakan bagi manusia itu (QS.30/30). Sehingga inna diina indallahil Islam maknanya bahwa dibumi ini selama Allah menjadi Robb Alam Semesta maka tidak layak ada aturan hidup itu yang dianut manusia selain Islam.

Islam dikenal juga sebagai milata Ibrahim yang menurut QS.22/78 harus diikuti oleh Muhammad, sehingga semua Nabi bani Israil Ja'kub, Yusuf, Musa, Harun, Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya dan Isa adalah penganut diin Islam yang hanif, dan kewajiban setiap Nabi adalah menegakkan diin Islam itu agar tetapi menjadi tuntunan hidup bagi manusia (QS.42/13).

Musa diutus dengan Taurat tujuannya agar Bani Israil menegakkan diin islam, maka setelah Musa melakukan Perjanjian Thursina dengan Allah diberikannya Musa Yerusalem I. Tetapi Islam telah dihianati oleh Rehabeam (anak Sulaiman) sehingga bani Israil dihukum oleh Allah dengan dikalahkan Yerusalem I oleh Nebukadnezar. Kemudian setelah 700 tahun bani Israil di kuasai bangsa-bangsa beasar (Nebukadnezar, Medio Persia, Babel dan Roma), Allah bangkitkan lagi seorang Rasul untuk membebaskan dosa bani israil yaitu Isa Al Masih.

Isa Al Masih diberikan kemenangan dengan diberikan Yerusalem II atas bangsa Roma penjajah terakhir yang masih bercokol menguasai Yerusalem dengan rajanya Herodez dan Pilatus (QS.61/14), tetapi karena bani Israil kembali berbuat dosa dengan bekerja sama dengan Roma maka kembali bani Israil dijajah Roma.

Catatan : Tengang waktu pergantian kekuasaan Muslim, musyrik, muslim adari Ibrahim sampai Isa adalah : Matius 1:17    Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

Muhammad dibangkitkan dari bangsa yang ummiy (non Israil) untuk kembali menegakkan Islam sebagaimana telah diwahyukan kepada Nabi-Nabi sebelumnya (QS.42/13) dengan kembali mengalahkan Roma dan Persia, maka terciptalah kekauasaan Allah atas manusia kembali dengan Muhammad dan walladzina ma'ahu sebagai khalifah-khalifah dibumi.

Tetapi kembali manusia dibumi melakukan dosa dengan mengadopsi system hidup buatan manusia, maka ketika Islam mencapai kejayaannya dikirimlah Hulaghu Khan ditahun 1324 untuk menghancurkan Islam. Islam yang berhasil ditegakkan kembali oleh Muhammad selama 700 tahun sudah hilang fungsinya sebagai khalifatullah fil Arld.

Setelah itu kekuasaan manusia diatur oleh imperialisme barat, dan masa berkuasa 700 tahun mereka akan segera berakhir saat ini, masa iya Allah membiarkan manusia didzolimi terus menerus oleh idiologi buatan manusia, masa ummat Islam cuma sekedar berteori sebagai rakhmatran lil 'alamin tapi tidak ada buktinya. Untuk itu kita harus tegak, kita harus berjuangan menyongsong kembali Allah sebagai Robbinnaas, Malikinnaas dan Ilahinnaas.....

Offline Wong Maruf

  • Nogoth
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
Re: Untuk apa Rasul diutus
« Reply #7 on: December 02, 2006, 01:36:03 PM »
Salam

Alam tidak ikhlas ?? bisa tolong dijabarkan secara nyata darimana pengetahuan tentang ikhlas tidaknya alam?


Salam
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

[30:41] Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ

[30:42] Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang musyrik."

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ يَوْمٌ لَّا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ

[30:43] Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada diin yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah

Offline adley

  • Global Moderator
  • Elandili
  • ********
  • Posts: 914
  • Call me 'Adley' or 'Ele' -- your pick.
    • View Profile
    • Allah-Semata
Re: Untuk apa Rasul diutus
« Reply #8 on: December 02, 2006, 06:43:05 PM »
Salaam,

Oh begitu. Menarik nih.
Mungkin kalau saya lebih kepada pemahaman bahwa alam itu indifferent (apa yah bahasa Indonesianya? Ummm... tidak mempunyai preferensi/kesukaan mungkin). Sehingga alam hanya akan menjadi cermin kelakuan manusia. Bila dalam 2:11-12 sudah digambarkan mengenai orang yang berbuat kerusakan, maka 30:41-42 hanya menggambarkan hasil akhir dari sifat perusak manusia tersebut.

=adley=
Klik untuk membantu mereka yang kelaparan tanpa dikenakan biaya apapun --> Mohon anda klik sehari sekali.

If you want to come to me as a human, leave your religion at the door.

Offline The Watcher

  • Administrator
  • Mith'quessir
  • *********
  • Posts: 1228
  • Tidak ada kata ada kalau tidak ada kata tidak ada
    • View Profile
Re: Untuk apa Rasul diutus
« Reply #9 on: December 02, 2006, 08:05:38 PM »
Salam

saya masih belum bisa melihat pengaitan ayat yang diberikan dengan konteks yang ada, yaitu dengan konteks alam tidak ikhlas karena dunia diklaim sedang dijajah oleh idiologi barat? apa hubungannya?

Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, system manusia ratusan tahun yang akan datang hingga akhir jaman sudah diketahui Allah, dan Allah membiarkan semuanya berjalan apa adanya. Jadi  secara nyata mau dimanage pakai system kapitalist, komunis, atau system manusia apapun bumi ini ( dengan segala varian yang ada dan berkembang) tetap kerajaan Allah, dan "islam" sudah ada sejak awal diberitakan sampai akhir jaman. saya rasa terlalu jauh kalau mengaitkan islam baru hanya bisa ada atau hadir kembali dengan pengakuan  rasul sekaligus "the messias" ini.

Al-Qur'an itu sudah sempurna tidak perlu lagi digenapi dan diklaim oleh utusan yang mengkalim pesan yang bukan untuk dan tidak pernah untuk dirinya.


Salam

Offline Wong Maruf

  • Nogoth
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
Re: Untuk apa Rasul diutus
« Reply #10 on: December 05, 2006, 01:10:47 PM »
Salam

saya masih belum bisa melihat pengaitan ayat yang diberikan dengan konteks yang ada, yaitu dengan konteks alam tidak ikhlas karena dunia diklaim sedang dijajah oleh idiologi barat? apa hubungannya?
Tentu saja ada kaitannya, bukankah alam itu dipelihara Allah dengan system mizan, dan Allah melarang manusia merusak prinsip kemizanan itu ? Nah kalau manusia beridiologi kapitalisme, tentu saja yang dilihat cuma profit and profit, tidak perduli pertambangan merusak alam, tidak perduli perusahaan logging membuat hutan digunduli tanpa rejunevation dll dst. Nah karena tugas pohon itu sebagai rakhmatan lil 'alamin, maka tatkala pohon ditebang semau sendiri dengan dalih "kersejahteraan manusia" padahal cuma profit and profit, maka air hujan akan meluncur deras karena faktor pemelihara mizan yaitu pohon telah dirusak, maka selanjutnya anda bisa lihat sendiri akibat yang diterima bangsa yang muslim terbesar didunia tetapi mengadopsi system kehidupan dari bumi. Apakah kasus Lapindo, Aceh dll tidak ada kaitan dengan perbuatan manusia ?

Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, system manusia ratusan tahun yang akan datang hingga akhir jaman sudah diketahui Allah, dan Allah membiarkan semuanya berjalan apa adanya. Jadi  secara nyata mau dimanage pakai system kapitalist, komunis, atau system manusia apapun bumi ini ( dengan segala varian yang ada dan berkembang) tetap kerajaan Allah, dan "islam" sudah ada sejak awal diberitakan sampai akhir jaman. saya rasa terlalu jauh kalau mengaitkan islam baru hanya bisa ada atau hadir kembali dengan pengakuan  rasul sekaligus "the messias" ini.
Lah bagaimana dengan ayat QS.14/42 dan QS.16/36, bagimana dengan QS.2/170, bagaimana dengan QS.5/44-47 dan apakah Allah mengutus Rasul itu cuma jadi ustadz cuma sekedar guru agama, bagaimana tentang ketetapan Allah bahwa Allah mengeluarkan manusia dari dhulumat ke nur dan thoghut mengeluarkan manusia dari nur ke dzulumat (QS.5/256-257).

Mungkin Allah yang anda kenal bukannya Allahnya Ibrahim, Allahnya Musa, Allahnya Isa dan Allahnya Muhammad, mungkin cuma Allah dalam perpective anda, ya mau diapakan lagi kalau keyakinan anda seperti itu...

Quote
Al-Qur'an itu sudah sempurna tidak perlu lagi digenapi dan diklaim oleh utusan yang mengkalim pesan yang bukan untuk dan tidak pernah untuk dirinya.
Salam

Yah apa yanag perlu saya katakan lagi kalau anda tidak mengenal Allah Ibrahim.....
« Last Edit: December 08, 2006, 11:55:10 PM by Wong Maruf »

Offline adley

  • Global Moderator
  • Elandili
  • ********
  • Posts: 914
  • Call me 'Adley' or 'Ele' -- your pick.
    • View Profile
    • Allah-Semata
Re: Untuk apa Rasul diutus
« Reply #11 on: December 05, 2006, 01:25:43 PM »
Salaam,

Sebaiknya dihindari pernyataan yang seakan-akan satu pihak lebih "mengenal" Allah daripada orang lain.
Jangan sampai terjerumus dalam delusi bahwa seakan-akan diri kita lebih "suci" daripada orang lain yang berpemahaman beda.

=adley=
Klik untuk membantu mereka yang kelaparan tanpa dikenakan biaya apapun --> Mohon anda klik sehari sekali.

If you want to come to me as a human, leave your religion at the door.

Offline Wong Maruf

  • Nogoth
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
Re: Untuk apa Rasul diutus
« Reply #12 on: December 05, 2006, 01:32:33 PM »
Salaam,

Sebaiknya dihindari pernyataan yang seakan-akan satu pihak lebih "mengenal" Allah daripada orang lain.
Jangan sampai terjerumus dalam delusi bahwa seakan-akan diri kita lebih "suci" daripada orang lain yang berpemahaman beda.

=adley=
Thanks bro, tetapi al Quran itu standard bagi ukuran keimanan, dan al Quuran adalah sarana untuk mengenal Allah secara komplit dan detail, tetapi kalau menyampingkan al Quran sebagai standard lah saya mau bilang apa.

Saya tidak pernah mengklaim diri saya paling benar, tetapi selalu tergugah kalau bicara kebenaran dasarnya bukan kira-kira tetapi dengan konsep yang canggih yaitu al Quran.